Pramuka Wajib Menularkan Pengetahuan Kesehatan Ke Keluarga dan Masyarakat

0
37

Kesehatan merupakan hak fundamental setiap manusia. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak agar hak ini dapat diperoleh semua rakyat, tanpa terkecuali. Dalam masyarakat, terdapat berbagai potensi yang dapat mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Kelompok masyarakat yang paling potensial dalam pembangunan kesehatan adalah kelompok usia remaja-muda, karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap, mudah mengembangkan keterampilan, serta dapat menggerakkan orang lain. Oleh karena itu, pemerintah membidik Gerakan Praja Muda Kirana (Pramuka) sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan.

Pada tanggal 17 Juli 1985, Departemen Kesehatan bersama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, membina sekelompok generasi muda di Indonesia dalam bidang kesehatan melalui pembentukan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada). Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya. Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-21 pada tanggal 12 November 1985 di Magelang dijadikan momentum untuk meresmikan Saka Bakti Husada.

Pada awal terbentuknya Saka Bakti Husada terdapat 5 krida, yaitu Krida Bina Obat, Krida Pengendalian Penyakit, Krida Keluarga Sehat, Krida Bina Gizi, dan Krida Bina Lingkungan Sehat. Kini dengan penambahan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menggenapkannya menjadi 6 Krida yang terdiri dari 37 Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Saka Bakti Husada juga berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan yang diberikan dan dilatihkan kepada Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat, yang tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, dan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan yang berlangsung di ballroom Hotel Horison ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Narasumber Kwarda Provinsi Sumatera Selatan, dan peserta sebanyak 130 (seratus tiga puluh) orang yang berasal dari 6 (enam) Kabupaten / Kota yang terdiri dari Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Lahat, Muara Emin, Banyuasin, Musi Rawas, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Tujuan kegiatan ini adalah adanya Koordinasi Gerakan Pramuka Saka Bakti Husada, menjadi satu-satunya wadah pembinaaan, pengembangan sumber daya insani generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, serta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota, Kwarda dan Kwarcab. Materi kegiatan yang disampaikan diantaranya: Kebijakan dan Strategi Kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan, Peran Kwarda Terhadap Saka Bakti Husada, Enam Krida Saka Bakti Husada (SBH), Pembentukan Pangkalan/Sanggar Saka Bakti Husada (SBH).