Aktivitas Fisik, Konsumsi Sayur Buah dan Deteksi Dini Penyakit Jangan Lupa !

0
208

Indonesia sedang mengalami perubahan pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi, ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain. Sementara itu, kesakitan dan kematian akibat penyakit menular semakin menurun, walaupun prevalensi penyakit masih cukup tinggi. Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM ini menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit.

Promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular. Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat. Gerakan yang sistematis dan terus menerus diperlukan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat. Upaya promotif dan preventif sejalan dengan RPJMN 2015-2019 yaitu upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) dan penguatan upaya promotif dan preventif.

Intruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk menjadi payung pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat baik ditingkat nasional maupun daerah. Melalui pertemuan ini, diharapkan komitmen dari semua pihak agar instruksi Presiden tersebutdapat diikuti dengan penetapan Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota sampai dengan regulasi di tingkat desa untuk pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di daerah.

Adapun tujuan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat dalam upaya dibawah payung aksi promotif dan preventif serta menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular terutama melalui :

  1. Meningkatkan aktifitas fisik teratur dan terukur
  2. Kosumsi sayur dan buah
  3. Melakukan deteksi dini penyakit

Acara pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan masyarakat, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Serta 50 Peserta terdiri dari 17 Kab/Kota.

Acara yang berlangsung di Hotel Batiqa selama 3 Hari ini dihadirkan Narasumber dari Direktorat Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Prov. Sumsel, Ahli Gizi dari PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) Sumatera Selatan, Dokter Ahli Kedokteran Olahraga.