Kabupaten/Kota Maksimalkan Pemuktahiran Dan Analisis Data Kesehatan

0
78

Profil Kesehatan Indonesia, merupakan kumpulan dari data Profil Kesehatan Provinsi, Profil Kesehatan Provinsi merupakan kumpulan dari data Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota diperoleh dari laporan-laporan bulanan, triwulan puskesmas beserta jaringannya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, penerbitan profil kesehatan masih belum tepat waktu. Hal ini tentu perlu dicari akar permasalahannya. Karena jika Profil Kesehatan Kabupaten/Kota terlambat diterbitkan maka Profil Kesehatan Provinsi juga akan terhambat, begitu juga dengan Profil Kesehatan Indonesia. Apakah data yang dibutuhkan untuk menyusun profil kesehatan tidak tersedia di level puskesmas atau di level Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, apakah petugas yang bertanggung jawab terhadap penyusunan buku profil kesehatan tidak ada atau tersedia tetapi kompetensinya tidak memadai, apakah pengelola program di Dinas Kesehatan Kabupaten/kota tidak memberikan data yang memadai, dsb. Selain itu, perlu juga dijalin kerjasama yang baik dengan lintas sektor karena terdapat beberapa data yang bersumber dari sektor lain. Jika semua komponen yang dibutuhkan tersebut sudah tersedia, diharapkan profil kesehatan dapat diterbitkan tepat waktu.

Pertemuan Pemutakhiran Data Kesehatan Tingkat Provinsi ini merupakan kegiatan yang sangat penting, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Profil yaitu sebagai media untuk melakukan crosscheck data yang sudah dikumpulkan dari kegiatan sebelumnya, sehingga dapat diperoleh data yang benar dan akurat.

Data dan informasi yang cepat, tepat waktu dan valid bisa didapat dari suatu system informasi yang baik. Salah satu untuk mendukung sistem informasi tersebut adalah dengan dilakukannya Pertemuan Pemutakhiran Data Profil Kesehatan. Menurut Dedy Irawan, SKM, MKM selaku Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Pelaporan menyatakan “Pertemuan Pemutakhiran Data Profil Kesehatan adalah kegiatan untuk mensinkronisasikan data program kesehatan kabupaten/kota dengan data program kesehatan di provinsi”. Lanjut Dedy menegaskan,  “Hasil dari sinkronisasi ini adalah sebagai bahan penyusunan profil kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, sehingga diharapkan akan menghasilkan data kesehatan yang valid dan evidence base yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan bahan untuk perencanaan program kesehatan”.

Beberapa kesempatan sebagai tugas pengelola SIK kab/kota ini antara lain :
Pengumpulan data profil kesehatan yang valid dan akurat sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya, untuk itu data-data laporan dari Puskesmas dan rumah sakit perlu divalidasi dan dijaga ketepatan waktu pelaporannya. Pengumpulan data profil kesehatan dilakukan 1 tahun sekali, paling lambat bulan Mei tahun 2017.
Pengisian data capaian SPM melalui aplikasi http://www.spm.depkes.go.id yang dilakukan satu tahun sekali paling lambat bulan Maret setiap tahunnya. Sampai saat ini dimonitoring untuk pengisian SPM tahun 2016 pada aplikasi http://www.spm.depkes.go.id dari 17 kab/kota sudah semuanya mengisi, Namun demikian masih ada kab/kota yang belum lengkap pengisian data capaian SPM. Oleh karenanya pada kesempatan ini agar dapat didiskusikan apa permasalahannya sehingga data tersebut dapat terisi lengkap.
Pengisian data Komunikasi Data yang dilaporkan maksimal pada tanggal 10 setiap bulan. Disampaikan juga hasil evaluasi tentang data Komdat, bahwa dari hasil pemantauan provinsi Sumatera Selatan masih sudah berada digaris hijau untuk kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan data komdat untuk diharakan kerjasama rekan-reka untuk mengisi data tersebut secara tepat waktu. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan kab/kota yaitu segera membuat SK Tim Komdat untuk tingkat kab/kota dengan melibatkan setiap seksi sebagai pengampuh data di kab/kota.

Kegiatan yang dilaksanakan di MaxOne Hotel ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dengan kehadiran peserta sebanyak 54 orang terdiri dari 34 orang dari 17 kabupaten/kota dan 20 orang pengelola program dari dinas kesehatan provinsi sumatera selatan. dr. H. Trisnawarman, M.Kes meresmikan acara tersebut dengan harapan Pertemuan Pemutakhiran dan Analisis Data Profil Kesehatan Tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota Se – Sumatera Selatan lebih maksimal.