Pertemuan Koordinasi LP/LS Program Pengendalian HIV/AIDS Dan IMS Dinas Kesehatan Provinsi SUMSEL

0
40

Palembang, Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia dalam 8 (delapan) tahun terakhir telah terjadi perubahan dari low level epidemic menjadi concentrated level epidemic, terbukti dari hasil survei pada subpopulasi tertentu yang menunjukkan prevalensi HIV di beberapa Provinsi telah melebihi 5 % secara konsisten.

Pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan pengendalian diprioritaskan pada pencegahan tetapi dengan semakin meningkatnya infeksi HIV dan kasus AIDS yang memerlukan pengobatan AVR, maka strategi pengendalian HIV saat ini dilaksanakan dengan memadukan pencegahan, perawatan, dukungan serta pengobatan.

Dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV khususnya pada kelompok pengguna napza suntik (penasun/IDU = Injecting Drug User) dari tahun 2004 sd 2007, akan tetapi setelah tahun 2007 cara penularan beralih dari penggunaan narkoba suntik ke heteroseksual yang paling dominan yaitu 53 %. Cara penularan melalui hubungan heteroseksual nampaknya masih mendominasi temuan kasus sampai dengan sekarang tahun 2015.

Dari data yang ada, kebanyakan mereka yang berisiko tertular HIV tidak mengetahui akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau belum. Dan oleh karena itu untuk meningatkan cakupan seoptimal mungkin dan sedini mungkin merupakan suatu strategi yang sedang dilakukan dengan bekerja sama juga dengan LSM terkait dalam kegiatan penjangkauan.

Berdasarkan analisis situasi epidemiologi HIV/ AIDS dari tahun 1995 sampai dengan Desember 2016 secara kumulatif tercatat 1219 kasus HIV dan 11246 kasus AIDS, dimana pada 2016 terdapat 63 kasus HIV dan 215 kasus AIDS. Masih banyaknya kasus ditemukan dalam stadium AIDS menunjukkan bahwa kegiatan penanggulangan HIV/ AIDS belum merupakan prioritas di provinsi ini. Informasi mengenai HIV dan AIDS belum secara merata disampaikan secara gencar ke semua lapisan masyarakat, terutama mengenai keberadaan klinik VCT.

Untuk mendukung strategi pengendalian HIV dan upaya penanggulangan AIDS di Provinsi Sumatera Selatan Indonesia, maka perlu dilakukan Pertemuan Koordinasi LP / LS Program Pengendalian HIV/ AIDS dan IMS. Pertemuan ini merupakan penguatan jejaring kerja dan partisipasi masyarakat program pengendalian HIV AIDS.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov.Sumsel, H.Ferri Yanuar, SKM, M.Kes mengatakan, “ kebanyakan mereka yang berisiko tertular HIV tidak mengetahui akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau belum. Dan oleh karena itu untuk meningatkan cakupan seoptimal mungkin dan sedini mungkin merupakan suatu strategi yang sedang dilakukan dengan bekerja sama juga dengan LSM terkait dalam kegiatan penjangkauan”

“Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera selatan dari 1995 sampai dengan Desember 2016 secara kumulatif Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Sumatera Selatan berjumlah 2.465 kasus, yang terdiri dari Pengidap HIV berjumlah 1.219 jiwa dan Penderita AIDS berjumlah 1.246 jiwa. Terdapat 2.071 orang yang masuk ke perawatan ARV sedangkan yang pernah menggunakan ARV sebanyak 1.463 orang dan sampai dengan Desember 2016 yang masih mengunakan ARV sebanyak 579 orang”, ujar H.Ferri.

“Diharapkan hasil dari pertemuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan di tahun berikutnya agar pelaksanaannya dapat maksimal sehingga indikator program bisa tercapai”, tutup H.Ferri

Pertemuan Koordinasi LP/LS Program Pengendalian HIV/AIDS dan IMS diikuti 60 orang peserta dari bebagai Dinas/Instansi yang terkait dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Prov.Sumsel, Bappeda, Dinas Sosial di Hotel 101 Palembang, Rabu (19/04/2017)