Sumsel Raih 13 Penghargaan Di Tahun 2016 Bidang Kesehatan Tingkat Nasional

0
66

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 lalu menjadi tahun yang istimewa dan membanggakan bagi Provinsi Sumatera Selatan, 13 penghargaan bergengsi bidang kesehatan telah berhasil diraih.

 

Pertama, penghargaan tertinggi untuk dokter teladan kategori inovasi diraih oleh dr. Yuliarni Hasan, M.Kes. Puskesmas Kampus Kota Palembang. Kedua, Juara III kategori Tenaga Kesehatan Masyarakat atas nama Hairil Jhonson, SKM dari Puskesmas Padang Bulan Kec. Semendo Darat Ulu Kab. Muara Enim. Ketiga dan keempat, Tenaga medis farmasi dari Puskesmas Pegayut, Ogan Ilir, Sdr. Leni Marlina dan tenaga medis bidan desa teladan atas nama Gandes Wenty Yanni, AM.Keb dari Puskesmas Air Sugihan 25, Kabupaten OKI yang masing-masing menduduki posisi 10 besar peringkat Nasional.

 

Prestasi kelima adalah Juara I Nasional Desa berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diraih oleh Desa Sembawa Kab. Banyuasin, selain meraih Penghargaan Pakarti Utama juga dinobatkan sebagai Desa Sehat Tingkat Nasional versi Majalah Tempo tahun 2016. Sedangkan Kelurahan Prabujaya Kab. Prabumulih mempersembahkan penghargaan Pakarti Madya I dari kategori kelurahan ber-PHBS tingkat Nasional.

 

Ketujuh, posyandu Kamboja IX di kelurahan Majapahit Kec. Prabumulih Timur diganjar dengan Pakarti Madya I sebagai posyandu terbaik, sedangkan posyandu Wjaya Kusuma II dari Desa Terate di Kec. SP Padang OKI diganjar dengan Pakarti Madya II.

 

Kesembilan, Kelompok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Melati di Kelurahan Gunung Ibul Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih mendapatkan juara II tingkat nasional kategori kota. Prestasi kesepuluh juara II tingkat nasional Sekolah Sehat kategori Best Performance diraih SMKN 3 Sekayu. Sebelumnya, Sumsel telah meraih lima tahun berturut-turut menyandang juara Sekolah Sehat.

 

Selanjutnya prestasi yang ditorehkan RSK Mata Masyarakat, masuk dalam Top 35 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) Kemenpan RB Tahun 2016. Prestasi kedua belas yakni Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumsel meraih Akreditasi Institusi Bapelkes dengan skor tertinggi se-Indonesia yang telah diraih juga pada Tahun 2013 dari Kementerian Kesehatan RI. Melengkapi prestasi di tahun ini, Hj. Sri Utari, S.Pd., SKM, M.Kes. yang masuk sebagai 10 nominasi widya iswara berprestasi tingkat nasional.

 

Keberhasilan ini seiring dan tidak terlepas dari peran Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin yang didukung seluruh Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan beliau sangat concern pada pembangunan bidang kesehatan baik pembangunan kesehatan pada pelayanan kesehatan primer, sekunder  maupun tersier. Diawali dengan program berobat gratis dimana Provinsi Sumsel merupakan provinsi terdahulu yang menjamin kesehatan seluruh masyarakatnya sehingga tercapai “Universal Coverage”. Pada tingkat Kab/Kota dibangun  beberapa RSD Pratama untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Sumsel memiliki RSD Pratama di Kabupaten Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin dan Kota Lubuk Linggau. Saat ini sedang dibangun RSUD Provinsi dalam satu kawasan dengan RSK Mata, RSK Gigi dan Mulut serta Unit Donor Darah Provinsi yang akan menjadi satu kawasan medical city dan akan dikembangkan sebagai “medical tourism“ yang dilengkapi dengan fakultas kedokteran, stemcell center dan pusat perbelanjaan (mall) yang didukung dengan fasilitas LRT (Light Rail Transit) sebagai alat transportasi. Hal tersebut menggambarkan pemikiran Gubernur Sumsel yang sangat maju dan visioner.

 

Pembangunan SDM kesehatan pun menjadi perhatian Gubernur Sumsel, dimana telah dirintis beberapa kerjasama dengan luar negeri, antara lain dengan Murni International Collage Malaysia untuk pendidikan keperawatan, mengirimkan spesialis mata untuk mengikuti short course di Belanda dan mengirimkan tenaga S1 ekonomi untuk melanjutkan studi pascasarjana ekonomi kesehatan di University of Leichester, Inggris. Saat ini empat RS rujukan regional sedang diupayakan untuk mencapai RS Kelas B Pendidikan, yaitu RSUD Bari Palembang, RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, RSUD Rabain Muara Enim dan RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau. Pembangunan fasilitas kesehatan, sistem rujukan berjenjang dan akreditasi puskesmas diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat.

 

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy Apt., M.Kes. selain memberikan apresiasi khusus pada para penerima penghargaan juga menyampaikan pesan agar tidak  berpuas diri dengan prestasi ini, justru dijadikan motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan lainnya agar bekerja lebih giat, lebih fokus dan semangat menumbuhkan suburkan inovasi karena PR kesehatan masih banyak yang harus diselesaikan, diantaranya angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, stunting, dan penyakit tidak menular (PTM) khususnya stroke, hipertensi, diabetes, kanker serviks serta kecelakaan lalulintas dan lain-lain. Kadinkes Sumsel juga menegaskan PR lainnya, yaitu Three Zero Aids harus diraih tahun 2019, ketersediaan sanitasi dasar dan air bersih yang belum merata serta masih ditemukannya kebiasaan buang air besar sembarangan di beberapa wilayah menuntut kita untuk bersama-sama berjuang mempercepat pembangunan kesehatan di Sumsel. Tenaga kesehatan wajib menjadi pionir membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dan kuat serta berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional yang dimulai dengan menjaga kesehatan diri dan keluarga untuk mencapai Sumsel Sehat.

 

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dimulai tahun 2016  sebagai upaya bersama untuk mewujudkan Indonesia Sehat melalui pencegahan dan pengendalian dini penyakit tidak menular (PTM) melalui tiga fokus utama, yaitu melakukan aktifitas fisik 30 menit sehari, makan buah dan sayur serta rutin memeriksakan kesehatan diri. Masyarakat dapat mencegah PTM dengan melakukan CERDIK (Cek kesehatan dengan rutin, Enyahkan asap rokok, Rutin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola Stress). Sosialisasi ini akan terus dilakukan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai lintas sektor sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah.