Sosialisasi Usaha Jamu Gendong & Jamu Racikan

0
24

 

 

 

 

 

 

 

 

Obat tradisional di Indonesia yang dikenal dengan nama jamu merupakan bagian dari budaya bangsa sejak berabad-abad lalu dan penggunaannya didasarkan pada pengetahuan empiris. Hasil Riset Kesehatan dasar 2010 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang mengonsumsi jamu adalah sebesar 59,12% yang terdapat pada semua kelompok umur dan dari jumlah tersebut 95,60% dapat merasakan manfaat jamu terhadap kesehatan. Sementara itu, total penjualan jamu nasional meningkat dari tahun ke tahun, tahun 2006 senilai 5 triliun rupiah, 2007 sebesar 6 triliun, tahun 2008 sebesar 7,2 triliun rupiah, tahun 2010 sebesar 10 triliun dan 2011 diperkirakan sebesar 11 triliun.

Acara Yang dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Drs. Muhammad Rizal, Apt. Mengatakan Data pengawasan obat tradisional yang dilakukan oleh Badan pengawas Obat dan Makanan tahun 2011 menunjukan bahwa dari 11.262 sampel obat tradisional, sebanyak 19,41% ternyata tidak memenuhi syarat. Untuk melindungi masyarakat dari hal-hal

yang merugikan kesehatan sebagai akibat dari pembuatan obat tradisional yang tidak memenuhi syarat mutu serta untuk menjamin keamanan, mutu, dan kemanfaatan obat tradisional yang dikonsumsi oleh masyarakat, diperlukan proses pembuatan yang higienis dan menggunakan jamu yang tidak berisi bahan kimia obat.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima, 08 Agustus 2017 dihadiri lebih dari 200 peserta dari berbagai Instansi Pemerintah, Swasta, Mahasiswa, serta Pelaku Usaha Jamu Gendong.

Data Badan Pengawas Obat dan Makanan menunjukkan bahwa penggunaan bahan kimia obat (BKO) masih banyak di dalam jamu yang beredar.Usaha jamu gendong (UJG) dan usaha jamu racikan (UJR) merupakan pelaku usaha yang menggunakan jamu pabrikan dan jamu racikan sendiri yang langsung dijajakan kepada masyarakat. Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) tidak memerlukan izin tetapi harus terdaftar untuk melaksanakan usahanya dan para pelaku usaha perlu ditata dan dibina.Pelaku Usaha UJG & UJR dan Masyarakat harus mengetahui mengenai tentang keamanan jamu, dampak bahan kimia obat dalam jamu, pemilihan bahan baku jamu yang baik dan benar. Maka dari salah satu bentuk pembinaan yang tepat adalah Sosialisasi Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan(UJR).

Kepada Bapak/Ibu perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Koperasi & UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan perlu kami sampaikan bahwasanya terdapat program-program yang dapat memberdayakan pengusaha kecil, sekiranya nanti dapat diberikan kepada Bapak/Ibu pelaku Usaha Jamu Gendong dan Usaha Jamu Racikan. Dengan harapan semoga program-program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

#Materi jamu gendong dapat didownload di link :

Unduh