Sembilan Puluh Enam Orang Wisudawan Wisudawati AKL ke XV Diambil Sumpah Profesi

0
43

 

Upacara wisuda sarjana Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) di Ballroom Arya Duta Palembang (4/9) berlangsung dengan tertib dan lancar. Lulusan angkatan XV ini sebanyak 96 orang. Nilai yang tertinggi dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,58 sedangkan yang terendah IPK 2,80.

 

Atika Astari, Amd.KL, mahasiswi yang memiliki IPK tertinggi 3,58 memberikan sambutannya berupa rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua dan seluruh guru/dosen atas pengorbanan dan ilmu yang bermanfaat sebagi bekal dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa. Diakhir sambutannya Atika berpesan kepada teman sejawat “Kita harus senantiasa bekerja keras dan bekerja cerdas dalam mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh sebagai seorang Ahli Madya Kesehatan Lingkungan dan yang paling penting kita harus senantiasa menjaga nama baik orang tua dan keluarga serta Almamater AKL Provinsi Sumatera Selatan” ujarnya. Peraih IPK tertinggi kedua adalah Anggi Dhea Mirza dengan IPK 3,56 dan yang ketiga oleh Ni Nyoman Manis dengan IPK 3,54.

 

 

 

 

 

 

Direktur AKL Bapak. H. Kamsul SST, M.Kes, dalan sambutannya menyatakan rasa terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan fasilitas sehingga untuk terlaksananya proses belajar mengajar di Akademi Kesehatan Lingkungan Pemprov Sumsel dengan baik dan lancar, dan sehingga pada hari ini dapat dilaksanakan acara wisuda dan pengambilan sumpah profesi bagi lulusan XV dengan menyandang gelar Ahli Madya Kesehatan Lingkungan (Amd KL). Terakhir H. Kamsul berharap lulusan tahun ini dapat berguna bagi bangsa, negara, agama dan orang tua.

 

 

 

 

 

 

 

Penyampaian selamat juga tak lupa disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes kepada Wisudawan dan Wisudawati beserta kepada orang tua/wali. Lesty menyampaikan “dengan wisuda ini, berarti saudara telah syah menyandang gelar Ahli Madya Kesehatan Lingkungan yang menjadi penanda bahwa saudara tidak lagi sebagai mahasiswa yang penuh dengan tugas akademik, tetapi juga sebagai penanda bahwa saudara telah menyandang gelar yang membanggakan, namun tentu saja sarat dengan tanggung jawab, baik secara moral maupun intelektual”. Selanjutnya Lesty juga menjelaskan “Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan kesehatan, saat ini dengan berdasar pada peraturan menteri kesehatan Nomor : 1769 tahun 2011 telah ditetapkan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Untuk mendapatkan STR, Setiap tenaga kesehatan wajib menjalani uji kompetensi. Uji kompetensi telah dilaksanakan terhadap semua jenis tenaga kesehatan yang dilaksanakan dengan 2 metode yaitu ujian tulis dan praktek. Dengan metode uji tersebut diharapkan setiap nakes yang diluluskan institusi pendidikan di Provinsi Sumsel telah terukur penguasaan ranah pengetahuan, sikap dan keterampilannya, sehingga betul terjamin kompetensinya ketika kelak yang bersangkutan terjun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyrakat. Untuk itu diharapkan kepada para Wisudawan mempersiapkan diri untuk menghadapi uji kompetensi ini” tandasnya. (fa/za/kk)