Palembang – Sumsel Canangkan Strategi Fast Track 90 90 90 dipuncak hari AIDS Sedunia

0
14

5 / 12 / 2017, Griya Agung – Palembang.

Kemeriahan puncak hari HIV AIDS Sedunia di Istana Gubernur Provinsi Sumatera Selatan berlangsung meriah. Sebagai tuan rumah penyelenggara hari tersebut, Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin  menyatakan kebanggaannya terhadap terpilihnya Kota Palembang – Sumsel sebagai tempat terselenggaranya puncak acara Hari AIDS Sedunia karena Palembang merupakan Kota Zero Konflik.

Tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan kerusuhan antarumat beragama. “Itu kebanggaan kami” Ujar Alex, “dan kami menerima menjadi kota yang bertanggung jawab untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh generasi penerus akan bahaya HIV AIDS dan ditunjuk secara nasional maupun internasional”.

Tema Nasional HIV AIDS Sedunia 2017 “Saya berani dan Saya Sehat”. Merupakan suatu wujud Menghilangkan stigmatisasi, berani mengindari risiko-risiko penularan HIV AIDS melalui 3 cara. Yang Pertama adalah, Hubungan Heteroseksual yang tidak aman, Kedua Pemakaian Jarum Suntik Pada NAPZA, Ketiga  Penularan dari Ibu yang terinfeksi HIV ke Bayi.

Gubernur Sumsel menjelaskan secara singkat dan jelas kepada hadirin tentang Strategi Fast Track 90 90 90 yaitu “Sembilan Puluh Persen Penderita HIV Aids harus tahu bahwa ia adalah penderita HIV, Kedua Sembilan Puluh Persen harus mendapat pengobatan yang layak dan ketiga Sembilan Puluh Persen harus meneruskan pengobatan itu seterusnya”.

Alex melanjutkan, “di Sumsel, Top prioritas kita adalah pendidikan kesehatan dan lapangan kerja. Sumatera Selatan merupakan tempatnya awal sekolah gratis dan berobat gratis dan ditambah lagi dengan mengambil sektor olahraga sebagai prioritas didepan pembangunan. Karena dengan olahraga kita harus sehat, mulai dari PON 2004 , Asian Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian University Games 2015 dan Gong nya nanti adalah Asian Games 2018 yang tinggal 250 hari lagi”.

Kemudian Gubernur juga tak lupa menyampaikan kondisi Palembang-Sumsel saat ini bahwa “kita membangun infrastruktur untuk Asian Games, Tiga ruas jalan tol, jembatan tol, Rumah sakit – Rumah Sakit baru, air bersih, pengadaan supply listrik, pengadaan kapasitas bandara, fly over, underpass dan yang paling mengagumkan adalah Light Rail Transit (LRT) Pertama di Indonesia yang akan selesai Februari 2018, kesemuanya dikerjakan serentak dalam waktu yang sama dan harus selesai 6 bulan sebelum Asian Games”.

“HIV AIDS adalah tugas kita bersama, kita berani hidup sehat. Kita harus menjadi contoh tauladan mulai dari diri kita sendiri dan untuk generasi penerus kita. Kita bisa mencegahnya” Ujarnya.

Senada yang disampaikan Dr. M. Subuh Dirjen P2P Kemenkes RI, mewakili Ibu Menkes RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K). memberikan sambutan. “Setiap tanggal 1 Desember kita selalu memperingati hari AIDS Sedunia. Palembang dijadikan suatu tempat acara puncak Hari AIDS sedunia secara nasional, karena kita ingin mempersiapkan kota Palembang Sumsel sebagai venue dari ASIAN Games yang merupakan kebanggan bersama dan kita tidak ingin ada hal-hal yang mengganggu pelaksanaannya. Saat ini perubahan cuaca transisi penyakit epideomologi  terutama penyakit menular sangat mudah berkembang.

Kita sedang berhadapan dengan KLB (Kejadian Luar Biasa) di 20 Provinsi yang melaporkan tentang penyakit Difteri (Infeksi bakteri yang menyerang organ pernafasan). Pesan ibu Menkes hal ini harus clear sebelum pelaksanaan Asian Games. Kita tidak mau olimpiade seperti di Brazil kemarin sempat terganggu oleh peristiwa zicka, Oleh karena itu segala persiapan-persiapan fisik disambung dengan kegiatan-kegiatan yang non fisik yang akhirnya dapat menggagalkan acara ini , untuk itu agar selalu siap siaga dan Kemenkes RI mendukung penuh, agar tidak ragu menghubungi supaya dapat mencegah terjadinya kemungkinan penyakit-penyakit ini termasuk HIV AIDS, pada Sea Games yang lalu tentunya Kemenkes RI juga melakukan hal dengan prosedur yang sama untuk itu dalam event internasional bersama WHO agar kita harus ada standar SOP yang harus dipersiapkan bersama dengan Dinas Kesehatan”.

Acara yang dihadiri oleh Kemenkes RI, Pangdam, Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Ketua Penggerak PKK, Para Forum Komunikasi pimpinan daerah Provinsi Sumsel, Deputi Bidang Koordinasi peningkatan bidang kesehatan Kemenko PMK,  W Representatif Indonesia, UMX Country Of Indonesia, Para Penggiat penanggulangan HIV AIDS indonesia, Pemda Provinsi Sumsel dan Pemkot/Kab di Sumsel.

“Sidang PBB bulan juni tahun 2012 lalu diadakan sidang membicarakan masalah HIV AIDS di Dunia, Indonesia diwakili oleh Menko Kesra, Hasil Sidang PBB di New York menghasilkan Resolusi Three Zero yaitu yang Pertama, tidak ada lagi penularan HIV AIDS di Tahun 2030, Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan Tidak ada lagi Stigma dan diskriminasi pada tahun 2030”.

Selanjutnya “Dalam rangka mencapai 3 Zero tahun 2015 yang lalu PBB di New York kumpul lagi para Kepala Negara, Perlu kontribusi pada semua sektor yang ada. Direncanakanlah upaya percepatan yang disebut dengan ninety ninety ninety, yang merupakan upaya 90% orang yang hidup dengan HIV harus mengetahui bahwa ia HIV yang terdiri 625.000 HIV, yang baru dapat baru 200.000 orang. Kedua 90% ODHA harus diobati, Ketiga 90% harus dipertahankan pengobatannya atau kita bisa memonitor virus di dalam tubuhnya sangat rendah sekali atau tidak terdeteksi”.

Akhir sambutan, harapan yang dicapai “Mudah-mudahan kita bisa mencapai target ini, start dimulai dari Palembang terhadap Fast Track ini, bahwa kita berani mencanangkan upaya percepatan three zero dengan cara 90 90 90. Penyelenggaraan Germas dalam rangka pelaksanaan peringatan Hari AIDS Sedunia 2017 dan Strategi Fast Track 90 90 90 Resmi Dicanangkan” Tutupnya. (fa/za).

Lihat juga : Gallery Kemeriahan hari AIDS Sedunia di Griya Agung, Palembang – Sumsel