Sinergi Kemenkes dan Pemprov Sumsel Siapkan Nakes Profesional untuk Asian Games 2018

0
27

8/12/2017, Krakatau Ballroom Ultima – Palembang.

Kementerian Kesehatan selaku penanggung jawab bidang pelayanan kesehatan sesuai Instruksi  Presiden No 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, telah mempersiapan antara lain pemenuhan SDM kesehatan untuk ditempatkan di sekitar area pertandingan berupa medical station, medical center maupun di poliklinik, pemenuhan penyiapan ambulance serta penyiapan RS rujukan.

Kegiatan sangat penting ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Departemen Medical Services dan Anti Doping Control Inasgoc, Pejabat Esselon II di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, Ketua Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia, Peserta tenaga kesehatan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kab/Kota, Peserta nakes perwakilan dari Rumah Sakit Kab/Kota.

Khusus untuk peningkatan kualitas SDM Kementerian Kesehatan berkerja sama dengan Organisasi Profesi yaitu IDI, PPNI, PERDAMSI, PDSKO, dan PDEI telah menyusun modul pelatihan emergensi sport event. Pelatihan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia, dengan menggunakan modul dan trainer sesuai standar kompetensi. Khusus untuk petugas Asian Games akan dilatih tahun ini sebanyak 700 orang yang terbagi dalam 7 angkatan tersebar di 3 provinsi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jawa Barat, dan pelatihan yang berlangsung saat ini merupakan angkatan ke tujuh, dari 7 angkatan.

Asian Games adalah ajang olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun, dengan atlet-atlet dari seluruh Asia. Asian Games pertama kali diadakan pada tahun 1951 di New Delhi India. Pada tahun 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games yang ke 18 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018 – 2 September 2018, di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jawa Barat.

Event olahraga ini merupakan kedua kalinya bagi Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games ke 4 yang diadakan di Jakarta tahun 1962. Asian Games 2018, termasuk major event (event Internasional maupun nasional) yaitu suatu kegiatan dengan karakteristik khusus yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu di tempat tertentu serta yang memerlukan penanganan khusus melibatkan lintas program dan sektor serta sumber daya tersendiri di luar kegiatan rutin.

Dalam penanganan major event diperlukan pelayanan kesehatan yang optimal, jika tidak optimal, selain dapat menyebabkan cacat dan kematian juga dapat menyebabkan kredibilitas negara yang tidak baik dan memberikan dampak yang buruk bagi citra negara kita serta dapat membawa perubahan signifikan khususnya pada sektor pariwisata dan sektor lain pada umumnya. Pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung event tersebut. Oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang. Petugas kesehatan harus dapat berkerja secara profesional dalam memberikan pelayanan terbaik.

Mengutip sambutan Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo, “Untuk menghindari kejadian kecatatan ataupun kematian akibat cidera olahraga, maka diperlukan tenaga kesehatan yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang emergensi dan kedokteran olahraga”. Bambang melanjutkan, “Kita tidak menginginkan adanya kasus kematian, cedera ataupun cacat pada atlit yang sedang bertanding. Maka untuk itu diperlukan pelatihan khusus terkait emergensi sport event untuk menguatkan kompetensi dari petugas kesehatan Asian Games dan Asian Para Games” harapannya “saya berharap dengan mengikuti workshop ini seluruh petugas kesehatan Asian games 2018 nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan menjaga nama baik bangsa Indonesia di dunia internasional”. ujar Bambang menutup sambutannya.

Kegiatan Emergency In Sport Event Bagi Petugas Asian Games dan Asian Para Games 2018 adalah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Tim kesehatan dalam hal memberikan pelayanan kesehatan terutama kegawatdaruratan, dengan tujuan mempercepat waktu tanggap (response time) pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian serta kecatatan.

Sementara Direktur yankes rujukan yang juga ketua pelaksana, Tri Hesti menyampaikan “Kegiatan yang diadakan sejak tanggal 6 Desember 2017 ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari dokter dan perawat. Adapun rangkaian acara pertemuan ini antara lain : Pre test, Paparan, Diskusi, Studi kasus, Praktek, yang terdiri dari praktek AED (Automated External Defibrilator) dan CPR (Pulmonary Resuscitation dan Moving and Lifting), praktek moving and lifting, serta praktek Acut Sport Injury dan Post test. Sebagai output dari pertemuan ini diharapkan SDM yang bertugas tersebut memiliki kompetensi sesuai dengan standar” tutupnya.

 

Lihat Juga , Gallery Emergency Sport Event Asian Games 2017
Lihat Pula, Materi Workshop Emergency Sport Event Asian Games 2017

Lihat , Gallery Video Praktek dan Latihan Peserta Nakes