MOU Dengan Baznas Untuk Menunjang Program STBM

0
16

Nota kesepakatan bersama/Memorandum Of Understanding (MoU) telah ditandatangani pada tanggal 23 Januari 2018 antara Dinas Kesehatan  Provinsi  Sumatera Selatan dengan Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan tentang Pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqoh untuk kegiatan pelayanan kesehatan dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Baznas juga mempunyai Program SUMSEL SEHAT, yang bertujuan untuk menunjang program STBM.

Drs. H. Najib Haitami, MM selaku ketua  BAZNAS dalam hal ini menyampaikan, “penyaluran dana Zakat dan Infaq tentunya tidak keluar dari orang-orang yang berhak menerimanya sebagaimana Ketentuan

Syari’at Islam, Program pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi ini terlebih dahulu telah disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia melalui Fatwa MUI No. 001/MUNAS-IX/MUI/2015 Tentang Pendayagunaan Harta Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf untuk Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bagi Masyarakat”.

Acara yang berlangsung di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dihadiri oleh Kepala Bappeda Prov. Sumsel, Kepala Kanwil Kemenag Prov.  Sumsel, Kepala Dinas PU PERKIM Prov. Sumsel, Ketua BAZNAS Prov. Sumsel, Ketua MUI Prov. Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banyuasin, Kepala Bappeda Kab. Banyuasin, Ketua BAZNAS Kab. Banyuasin.

Kepala dinas kesehatan Prov. Sumsel dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris, dr. H. Trisnawarman, M.Kes mengatakan, “Akses masyarakat terhadap air minum yang memenuhi syarat dan sanitasi yang layak merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dan merupakan target nasional dalam menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan. Dalam pembangunan kesehatan, upaya promotif-preventif yang efektif akan menekan kejadian penyakit, menurunkan jumlah orang yang sakit dan berobat sehingga berdampak pada efisiensi biaya kesehatan.

Selanjutnya Trisna mengutarakan “Kita merasa bangga dan bersyukur karena sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang secara kumulatif STBM telah dilaksanakan di 1682 desa/kelurahan dari 3191 desa, dengan jumlah kumulatif desa/kelurahan SBS sebesar 514 desa, sehingga masih banyak PR kita bersama untuk menuntaskannya”.

Senada dengan Bapak H.  Fery Fahrizal. SKM, MKM selaku kepala bidang kesehatan masyarakat menuturkan “saat ini STBM baru mencapai 70, 2%. Diharapkan semua Penduduk Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 sudah mengakses sanitasi layak. Kegiatan  ini  salah satunya bertujuan untuk percepatan akses sanitasi demi terwujudnya Universal Access of Water And Sanitation 2019, dimana BAZNAS juga mempunyai Program SUMSEL SEHAT yang bertujuan untuk menunjang Program STBM”.