Waspada Alergi Akibat Salah Makan Obat

0
30

Seorang bocah berusia 10 tahun di Musi Banyusin, Palembang, Sumatera Selatan, melepuh di hampir sebagian besar tubuhnya usai diberikan obat penurun panas oleh orang tua saat mengalami demam.

Diduga, reaksi obat yang dikonsumsi bocah bernama Ngaripin inilah yang membuatnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman menduga, Ngaripin mengalami sindrom Steven Johnson yakni kelainan serius dan langka pada kulit, lapisan pencernaan dari mulut hingga sekitar alat kelamin, dan mata, akibat alergi obat.

“Dari hasil diagnosa mengarah ke Steven Johnson Syndrom karena alergi atau penyakit autoimun yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui,” ungkapnya melalui sambungan telepon dalam Metro Siang, Kamis 8 Februari 2018.

Trisnawarman mengatakan dari pengakuan orang tua, Ngaripin sempat diberikan obat jenis paracetamol dan amoxicillin yang dibeli bebas di warung, bukan dari toko obat maupun apotek.

Ia menduga Ngaripin tidak mampu menoleransi reaksi obat terutama dari amoxicillin yang merupakan antibiotik jenis penisilin tersebut hingga akhirnya mengalami alergi.

“Tapi kasus alergi obat jenis itu jarang sekali. Tak hanya anak orang dewasa pun jika tidak bisa menerima obat tersebut reaksi atau imun terhadap obat itu akan ada, berapa pun dosis yang diberikan,” katanya.

Lihat Video

Untuk diketahui, obat-obat bebas terbatas yang banyak dijual di pasaran yang dapat menimbulkan alergi bagi seseorang di antaranya obat asam urat, pereda rasa sakit, antibiotik tanpa resep dokter, obat kejang, terapi radiasi, dan sejumlah obat antiinflamasi nonsteroid.

Akhir kata, Trisnawarman mengimbau agar ketika anak mengalami demam tidak sembarangan diberikan obat. Apalagi jika demam sudah berlangsung selama tiga hari.

“Kalau sakit jangan ragu untuk segera ke dokter. Minimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, atau ke klinik dan praktik dokter mandiri,” jelasnya.

sumber berita :
http://m.metrotvnews.com/rona/kesehatan/yNLQ9a9b-jangan-sembarangan-beri-obat-saat-anak-demam