No Medical No Games, Emergency Sport Event Kembali di Refresh

0
7


Palembang, 28 Juni 2018 –

Refreshing Emergency Sport Event kembali dilaksanakan bagi peserta medis di Palembang. Peserta yang diundang adalah Dokter dan Perawat yang mewakili instansi masing-masing di Sumatera Selatan. Koordinasi untuk medical dan anti doping sudah berjalan baik antara pusat maupun daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan selaku Ketua Medical dan Anti Doping Asian Games 2018 di Palembang. “Kerjasama dan komunikasi ini sudah berjalan bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Kab/Kota” Ungkap Lesty saat menyampaikan sambutannya di Ballroom Horison, Palembang, Kamis (28/6/2018).

Kepada kurang lebih 130 peserta perwakilan yang hadir, Lesty memberikan kepercayaan penuh. “Saya yakin kalian tahu apa yang menjadi tanggung jawab dan apa yang harus dilaksanakan, Mari kita bentuk tim yang kuat, komunikasi yang baik dan manajemen yang baik karena itu sangat penting” katanya.

Lanjut lagi lesty memberikan informasi Test Event yang sedang berlangsung yaitu Test Event AFF Womans Championship pada 30 Juni 2018 s.d 14 Juli 2018,Pada tanggal 1 Juli Fun Run, Pada tanggal 5 Juli Test Event Menembak Sriwijaya Open dan pada tanggal 13 Juli Test Dragon Boat.

dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M dari Dirjend Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI menyampaikan, “Kemenkes RI selaku penanggung jawab di Bidang Pelayanan Kesehatan sesuai Inpres No 2 Tahun 2016 memberikan dukungan yang tidak sedikit dan mengeluarkan dana yang banyak untuk membantu, memfasilitasi pelatihan dan sarana prasarana. Sudah memfasilitasi poliklinik, penyiapan rumah sakit rujukan, 98 Medical Station, 21 Medical Center, 2 Poliklinik serta disiapkan 21 rumah sakit rujukan. Pengendali kesehatan telah menyiapkan 25 unit ambulance yang sudah dibagi-bagi. Sedangkan DKI sendiri sudah menyiapkan 30 unit ambulance” jelasnya di Ballroom Horison Palembang, Kamis (28/6/2018).

Selanjutnya Hesty menekankan “Sebelum hari H dan atlet datang, Kita harus sudah meninjau lapangan dimana pos-pos yang harus dilaksanakan oleh tim medical baik di DKI, Palembang, Banten, Jawa Barat  agar sudah siap dan tidak terjadi kebingungan. Kemudian untuk layanan kesehatan di Jawa Barat yaitu evakuasi lewat jalur udara karena untuk mengantisipasi kejadian high risk. Sedangkan untuk Para Games hanya diadakan di DKI Jakarta.

“Disiplin diri sangat perlu” imbuh Hesty “Yaitu PPI (Perubahan Perilaku Individu), Tidak hanya bisnis individual. Kita harus mempersiapkan diri dari sekarang yaitu makan makanan yang bergizi, tidur yang cukup dan tidak bermain-main yang tidak ada manfaatnya karena itu Tanggung Jawab bangsa dan negara ada di pundak kita, ini sangat penting” Cetusnya.

“Bergizi tidak harus mahal, cukup makan di rumah, tidak harus ke restaurant. Cukup gizi misalkan makan ikan, susu. Kemudian tim medis untuk Tidak merokok karena sangat mengganggu kesehatan. Tenaga Medis yang kelebihan berat badan harus mulai melakukan diet” Nasehat Hesty Kepada Tenaga Tim Medis.

Tentative acara sangat bermanfaat dan menambah ilmu bagi petugas medis karena dilengkapi dengan alat peraga, sarana prasarana yang lengkap sampai dengan simulasi ke lapangan Gelora Sriwijaya Palembang hingga ke titik rumah sakit rujukan. Tentunya tiap-tiap materi didampingi oleh narasumber diantaranya dari Direktur Departement Medical and Anti Doping INASGOC , Kol. Laut (K) dr Wiweka, MARS, Tim dari RSPAD dr. A. Rochanan, Tim Perdamsi dr. Hendry Kasudarman –Malang, dr. OXY – NTB, Mataram, dr. Ksahanti Adhitya – Solo, dr. M. Ikhwan Zein dari PDSKO.

Hal yang menarik disampaikan oleh Direktur Departement Medical and Anti Doping INASGOC , Kol. Laut (K) dr Wiweka menyampaikan “Nilai seorang atlit bagi tiap-tiap negara sangat tinggi, dapat dibayangkan ketika atlit terjadi sesuatu, semua kamera menyorot kita yang sedang melakukan penanganan medis dan tersebar ke seluruh dunia. Oleh karena itu tim medical harus melakukan penanganan yang profesional dan proporsional, namun kita tidak boleh takut dan harus hati-hati”.

No Medical No Games, inilah kalimat yang tepat bagi unsur kesehatan yang akan memayungi laga pertandingan tersebar nomor dua di dunia. Asian Games 2018 yang tinggal menghitung jari. zack