“Saka Bakti Husada (SBH) “ Jadi Pelopor Hidup Sehat

0
7

Dinas Kesehatan Prov.Sumsel merayakan secara meriah peringatan  Hari Ulang Tahun Satuan Karya Pramuka Bakti Husada  disingkat Saka Bakti Husada (SBH )  minggu, 29 Juli 2018 .  SBH kini telah berusia 33 tahun, lahir pada 17 Juli 1985 dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada hari  Kesehatan Nasional 12 November 1985 di kota Magelang. Peringatan hari ulang tahun SBH tahun 2018 ini mengambil tema “ SBH penggerak GERMAS (Gerakan masyarakat hidup sehat) di Masyarakat.

Tujuan dibentuknya SBH adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan , yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di lingkungannya. Diharapkan SBH dapat berperan penting dalam mendukung program prioritas nasional bidang kesehatan yaitu eliminasi TBC, Penurunan Stunting, dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi di Sumsel.

SBH diperuntukkan bagi para pramuka penegak dan pandega atau para pemuda usia antara 16 – 25 tahun dengan syarat khusus. Setiap satuan karya /saka memiliki beberapa krida . Pada awalnya SBH terdapat  lima  krida, yaitu krida bina obat, krida pengendalian penyakit, krida keluarga sehat, krida bina gizi, dan krida bina lingkungan sehat. Sekarang dengan penambahan krida perilaku hidup bersih dan sehat menggenapkannya menjadi enam  krida yang terdiri dari 37 Syarat Kecakapan Khusus(SKK). SBH merupakan  wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan ketrampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Kesehatan merupakan hak fundamental setiap manusia , oleh karena itu, menjadi tanggungjawab semua pihak agar hak ini dapat diperoleh semua rakyat, tanpa terkecuali. Dalam masyarakat , terdapat berbagai potensi yang dapat mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Kelompok masyarakat yang paling potensial dalam pembangunan kesehatan adalah kelompok usia remaja-muda, karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap, mudah mengembangkan ketrampilan, serta dapat menggerakkan orang lain, karena itu Pemerintah membidik gerakan Praja Muda Karana (pramuka) sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan.

Kadinkes Prov.Sumsel, Dra.Hj. Lesty Nurainy,M.Kes selaku Ka.Mabi SBH Daerah Sumsel  berkenan hadir dan memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara ini. Dalam sambutannya Kak Lesty mengajak peserta pramuka untuk melakukan pola hidup sehat  dimulai dari diri sendiri. Hadir pada momentum ini antara lain dari Korem 044, Polri, kwarda, BBLK Palembang, Babintibnas, Poltekes Palembang, DKD sumsel, BTKLP Kelas I, Dinkes Kota Palembang, RSK gigi mulut, dan RS Prov.Sumsel

Peringatan Hari Ulang Tahun SBH ini mengundang 17 cabang SBH dan Ranting di Puskesmas  untuk berpartisipasi pada  panca lomba penegak se-Sumsel.  Tujuan lomba ini merealisasikan program SBH  , menjalin silaturahmi antara SBH se-Sumsel,menyukseskan Asian Games 2018, dan dalam rangka menyongsong HUT ke-73 RI. Ada lima jenis lomba yang di adakan yaitu : lomba teknik baris berbaris, lomba pionering mini , lomba membuat obat tradisional, lomba memasak makanan bergizi, dan lomba senam cuci tangan. Perlombaan diikuti 500 peserta dari SBH Dinkes Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Kabupaten Muara Enim, dan Kota Palembang, Puskesmas Lais, dan Gugus Depan/Gudep. Juri lomba ini dari Dinkes Provinsi, Kodam II Sriwijaya dan Kwarda Sumsel.

Lomba teknis baris berbaris putra, pemenang I diraih oleh SMKN 3 Palembang, pemenang II, Dinkes Kota Palembang, dan pemenang III diraih oleh SMKN 7 Palembang. Lomba teknis baris berbaris putri, pemenang I diraih oleh SBH Kab.Musi Banyuasin, Pemenang II yaitu SMK 3 Palembang, dan pemenang III diraih oleh MAN I Palembang.

Lomba senam cuci tangan putra, pemenang I diraih oleh Dinkes Kota Palembang, pemenang II yaitu Dinkes Muara Enim dan Pemenang III diraih oleh SBH Dinkes Kab.Musi Banyuasin. Lomba senam cuci tangan putri, pemenang I diraih oleh SMA Xaverius II, pemenang II dimenangkan oleh Puskesmas Lais dan pemenang III diraih oleh Dinkes Kab.Muara Enim.

Lomba membuat obat tradisional putra, pemenang I diraih oleh Dinkes kota Palembang, Pemenang II yaitu MAN I Palembang dan pemenang III diraih oleh Dinkes Kota Muara Enim. Lomba membuat obat tradisional putri , pemenang I diraih oleh Dinkes Kota Palembang, Pemenang II, Dinkes Muara Enim, dan pemenang III diraih oleh MAN I Palembang.

Lomba membuat pionering mini putra (membuat pesawat), pemenang I dari Dinkes Muara Enim, Pemenang II dari Dinkes Palembang, dan pemenang III diraih oleh SBH Dinkes Musi Banyuasin. Lomba membuat pionering mini putri (membuat jembatan Ampera), Pemenang I dari  SBH Dinkes Kota Palembang, Pemenang II dari SBH Musi Banyuasin (MUBA) dan III diraih oleh SBH MUBA.

Lomba memasak makanan bergizi putra pemenang  I :SBH MUBA, II : SBH Muara Enim, III ; SBH : MUBA, untuk putri : pemenang pertama diraih SMKN I Banyuasin, pemenang II : SBH MUBA, pemenang III ; sbh muba.

Penerima piala tetap adalah kontingen SBH Puskesmas Kampus (kota Palembang), Juara umum putri diraih oleh SBH puskesmas kampus kota Palembang, Juara umum putra diraih oleh kontingen SBH Kab.Musi Banyuasin. Kegiatan ini disponsori oleh PT.Bio farma, PT.conoco Philips(Grissik), CV.Flamboyant, PT.Cimory, PT.Rajawali Musilindo, PT.Tempo Scan Pasifik, PT.Sinergi persada, dan PT .Anugerah.

 

Dirgahayu Saka Bakti Husada……………..Salam Pramuka.