Dinkes Prov.Sumsel Mengadakan Pelatihan Gawat Darurat Maternal Neonatal Angkatan I

0
15

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan masyarakat, semakin rendah AKI dan AKB menunjukkan semakin baik derajat kesehatan masyarakatnya, demikian pula sebaliknya.

Dalam RPJMN 2015-2019 menyebutkan bahwa target sasaran yang ditetapkan pada tahun 2019 adalah menurunnya AKB menjadi 24/1000 KH, AKI menjadi 306/100.000 KH. AKI di Indonesia memperlihatkan penurunan yang kurang bermakna sehingga perlu upaya yang lebih baik untuk mencapai target AKI yang ditetapkan pada RPJMN, sedangkan AKB mengalami penurunan yang signifikan, tetapi tidak dibarengi dengan penurunan kematian neonatal.

Kematian ibu danbayi terutama terjadi pada saat persalinan dan hari pertama kehidupan (neonatal). Kebijakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terampil seorang diri tidak dapat menjawab permasalahan dalam menurunkan AKI dan Angka kematian bayi baru lahir(neonatal). Oleh karena itu persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan oleh tim. Perlu dilakukan penguatan kapasitas nakes tersebut khususnya di fasyankes primer (puskesmas) melalui pelatihan yang komprehensif dan tepat sasaran, salah satunya adalah melalui pelatihan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal bagi dokter, bidan dan perawat. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klinis dalam melakukan resusitasi, stabilisasi,dan transportasi saat melakukan rujukan. Kompetensi yang diharapkan dalam pelatihan ini merupakan kompetensi tim, namun tetap sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

 

 

 

 

 

 

Pelatihan ini dilaksanakan di hotel Duta jalan Letkol Iskandar No.535 Palembang, pada tanggal : 16 sampai 29 September 2018, diikuti oleh 24 orang peserta untuk angkatan pertama berasal dari Puskesmas PONED (Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di dua Kabupaten fokus yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, sedangkan narasumber terdiri dari dokter spesialis obgyn, dokter spesialis anak, dokter umum, bidan dan perawat dari RSMH dan RS muhammadiyah Palembang, serta MOT dari Bapelkes Prov. Sumsel.