Tidak Ada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Bayi, dan Balita Yang Tidak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan di Prov. Sumsel Tahun 2019.

0
13

Dinkes Prov.Sumsel pada tanggal 5 s/d 6 September 2018 melaksanakan koordinasi LP/LS, organisasi profesi, PT, LSM dan mitra terkait lainnya dalam rangka peningkatan pembinaan kesehatan keluarga tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 di hotel horizon ultima, jalan Kolonel Atmo Palembang. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terintegrasi dengan lintas program dan lintas sektor terkait untuk bersama-sama melakukan pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil kegiatan di Kab/Kota dan capaian program yang dicapai pada tahun 2018.

Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh 74 orang peserta yaitu 68 orang peserta dari 17 Kab/kota, terdiri dari Kabid,Kasi, Ketua PC IBI, Direktur RSUD, dan 6 orang peserta lokal provinsi, terdiri dari : PD IBI Sumsel, Dinas PPPA, RSUD Prov.Sumsel, Perencanaan Dinkes Prov. Sumsel, P2M Dinkes Prov.Sumsel, Kabid Kesmas dan Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat. Narasumber pada kegiatan ini berasal dari Dinkes Prov, BKKBN, PPPA, POGI,IDAI,dan BPJS Kesehatan dengan jumlah jam pelajaran sebanyak 14 JP.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Ferry Fahrizal,SKM,MKM, dalam sambutannya mengatakan “ sesuai amanat dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan antara lain : setiap ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, karena melalui perawatan dan pelayanan kesehatan yang sesuai standar dimulai sejak pra hamil, hamil dan nifas dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan neonatal”.

Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pemahaman dari LS/LP, PT, Organisasi Profesi, maupun semua pihak mengenai pentingnya peran berbagai pihak terkait dalam penanganan masalah kematian ibu dan bayi, serta penanggulangan stunting, karena kematian ibu, neonatal, dan bayi disebabkan oleh multifaktor yang merupakan hasil interaksi berbagai aspek, baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan kesehatan, maupun faktor-faktor non kesehatan yang mempengaruhi pemberian pelayanan klinis dan terselenggaranya sistem pelayanan kesehatan secara optimal, sehingga strategi yang digunakan untuk mengatasinya harus merupakan integrasi menyeluruh (holistik terintergatif) dari berbagai aspek dan berbagai sektor terkait.