Stop “Meseng/BAB” Sembarangan, PALI Wangi-kan Nama Sumsel

0
27
Bersalaman, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (Kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati PALI (Kanan) Heri Amalindo
Talang Ubi, Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI),Sumatera Selatan,(20/12/2018) – Kabupaten PALI di Provinsi Sumatera Selatan tengah mendeklarasikan SMS (Stop Meseng Sembarangan) atau Stop BAB (Buang Air Besar) Sembarangan di Hari Kesehatan Nasional ke 54 yang diselenggarakan di Kabupaten tersebut. PALI dengan jumlah Kartu Keluarga 45,361, 5 kecamatan dan 75 kelurahan mampu menorehkan prestasi yang membanggakan untuk Sumatera Selatan. Berdasarkan data STBM Smart Kementerian Kesehatan RI, PALI Sumsel mencapai ranking pertama dengan skor 47.3415 dalam melaksanakan program stop buang air besar di daerahnya secara merata.
Pada pelaksanaannya, Tim Penggerak PKK Kabupaten PALI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pemerintahan Desa (PMD), Lurah dan 24 Kepala Desa dalam menggerakkan program SMS (Stop Meseng Sembarangan), telah membangun jamban sehat di rumah masing-masing. Pembangunan diharapkan dapat menciptakan kesehatan lingkungan. Ketua Penggerak Kabupaten Kota PALI, IR. Hj. Sri Kustina saat berdiri di podium acara menyampaikan, kata “meseng” sengaja dipakai dari bahasa daerah di sumatera selatan yang tak lain adalah buang air besar. Selain itu Sri menceritakan pengalaman tim PKK “melihat banyaknya masyarakat di kabupaten PALI BAB sembarangan tempat salah satunya dengan BAB di kantong plastik kemudian dibuang dikebun kerap kali dilakukan masyarakat saat itu sehingga disebut “WC Terbang” (Toilet Terbang), hal ini tentunya menimbulkan banyak penyakit berdatangan” kata Sri. “dari masalah tersebut, tim PKK PALI berupaya mengajak Kab. PALI melalui Dinas Kesehatan, Kelurahan dan masyarakat untuk mulai bergerak dalam memperbaiki perilaku dan pembangunan” imbuhnya. Lanjut lagi Sri mengungkapkan Hasil deklarasi ini berkomitmen bersama menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), harapan Sri agar menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sumsel dalam penerapan STBM (Sanitasi Total Berbasis Maayarakat) dan diakui tingkat nasional dengan harapan lebih dikenal dan menjadi perhatian Pemerintah Pusat untuk program pembangunan” katanya. HKN 54 dan Deklarasi SMS ramai dihadiri langsung mulai dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Bupati PALI – Heri Amalindo, Anggota DPR RI, Kepala Puskes, Mitra hingga masyarakat.
dr. Imran, Sesditjend Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI hadir diacara deklarasi tersebut mewakili Ibu Menteri Kesehatan akan berjanji  pada Sebtember 2019 tahun depan akan mengundang bupati PALI, Heri Amalindo  untuk hadir bersama 30 Kabupaten Se-Indonesia yang sudah mendeklarasikan Stop BAB.
Sebagaimana diketahui, Imran menyampaikan  lima hal yang harus dibangun di kabupaten kota yaitu yang Pertama, stop BAB sembarangan, kedua, cuci tangan memakai sabun, ketiga, mengelola makanan dan minuman, Keempat, mengelola sampah, kelima, mengelola limbah cair. Hal ini agar dapat diwujudkan bersama para kader. Kebijakan pemerintah yang sejak tahun 2015, Unov Akses menargetkan pada tahun 2019 harus selesai akses air minum , sanitasi yang layak dan penuntasan daerah kumuh, namun kata Imran, “di pali sudah mencuri start bahwa sudah bisa akses sanitasi yang layak” ungkapnya bangga. “mudah2an bisa akses air minum yang layak kedepannya”. tambah Imran.
Gubernur Sumsel, H. Herman Deru dalam arahannya memberikan apresiasi penghargaan kepada Kabupaten PALI dengan memberikan hadiah berupa pembangunan Gedung Olahraga dan Pembangunan Rumah Sakit. “Selamat untuk PALI yang mendapatkan skor tertinggi” ucap Herman dengan rasa bangga kepada hadirin yang disambut dengan riuh tepuk sorak. “Kerjasama yang baik dan kepercayaan masyarakat kepada para pengajak yang terlibat langsung maupun yang tidak langsung inilah”, menurut analisa Herman yang menjadi kunci tercapainya program Stop BAB ini.   “dengan begitu, dampak juara dapat menjadi model sebagai objek tiru bagi pihak luar sehingga menjadi manfaat”. Lanjut lagi Herman menambahkan, “Kita butuh kreatifitas yaitu inovasi yang menanamkan  rasa memiliki terhadap daerah, selain itu agar hasil kerja kita selalu dipublikasikan apa saja yang sudah dikerjakan dan kesinambungan program dalam bentuk inovasi dan kreativitas harus diteruskan hingga ke level paling bawah”. katanya di akhir acara tersebut sebelum   penandatanganan dan serah terima penghargaan. *) Zck
Prasasti Deklarasi Stop Meseng (Buang Air Besar) Sembarangan Kabupaten Pali – Sumsel