Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Dr. H. M. Asrorun Niam Sholeh, MA (Kanan), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes. (tengah) dan Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Haji, H. Rahmat Kurniadi, S.Sos., M.Kes. (kiri) saat membuka acara sosialisasi hasil ijtima' Majelis Ulama Indonesia Tentang Kesehatan Haji di Hotel Harper Palembang, 28/03/2019

Membina jemaah haji harus sabar, ujar Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Haji, H. Rahmat Kurniadi, S.Sos., M.Kes. “dalam membina jamaah haji harus sabar, sehingga dapat mampu menjaga kesehatan, untuk sakit kita obati, kita layani kesehatannya dan perlindungan dari tim gerak cepat untuk penanganan manakala terjadi masalah kesehatan”. Lanjut lagi “tujuan Istithaah kesehatan haji adalah untuk mencapai kondisi istithaah kesehatan jemaah haji, mengendalikan faktor risiko , menjaga kondisi jemaah haji agar selalu sehat, mencegah terjadinya transmisi penyakit menular dan memaksimalkan peran serta dalam penyelenggaraan kesehatan haji”. Jelas rahmat saat memaparkan materi Sosialisasi Hasil Ijtima Majelis Ulama Indonesia tentang Istitha’ah Kesehatan Haji di Ballroom Hotel Harper Palembang, Kamis, 28 Maret 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes membuka acara sosialisasi ini di pagi hari dengan semangat salam sehat diiringi berfoto bersama para peserta yang berasal dari perwakilan Kankanwil Kemenag Provinsi Sumsel, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se Sumatera Selatan, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kota dan Perwakilan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.Pesan sambutan dari Lesty menyampaikan “Jemaah haji sebagai bagian dari keluarga, maka kesehatan jemaah haji mempunyai hubungan timbal balik dengan keluarga sehat maka keselarasan antara pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji dengan pendekatan keluarga menuju keluarga sehat sangat dibutuhkan”.