Anak Cerdas, Sehat, Mandiri dan Tangguh, Investasi Masa Depan Bangsa

0
45
Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Febrita Deru tengah menggendong balita didampingi Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Dra. Lesty Nurainy Apt. M.Kes(kanan), Kepala Bapelkes Prov. Sumsel dr. Erly Yani, MM (Nomor 2 dari kanan), Para Juri dan Panitia serta Peserta Lomba Balita Indonesia Tingkat Prov. Sumsel Tahun 2019.

Dinkes.sumselprov.go.id – Ketua PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Herman Deru mengajak para orang tua untuk mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Febrita mengatakan “Pentingnya peran keluarga dalam mengasuh dan mendidik anak, karena anak merupakan generasi penerus bangsa, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi pola asuh orang tua. Pengasuhan yang baik, akan menjadikan anak memiliki fisik, emosional, dan perilaku yang baik” ujarnya saat meresmikan pembukaan Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa, 16/7/19.

Senada diwaktu dan tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes. juga menyatakan dalam laporan nya “Tujuan Lomba balita adalah untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan bayi, balita, dan untuk memotivasi, serta memberikan apresiasi kepada orang tua bayi dan balita yang telah melakukan pemantauan pertumbuhan secara dini. Sesuai Visi dan Misi Gubernur Sumatera Selatan yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, cerdas dan produktif, maka, dilakukan dengan berbagai upaya dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, antara lain melalui lomba balita yang kita adakan sekarang. Tema lomba balita sejalan dengan tema Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 yaitu : Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak” paparnya.

Anak adalah harapan dan investasi dimasa depan, terutama pada seribu Hari Pertama Kehidupan / 1000 HPK yaitu dimulai dari masa janin dalam kandungan hingga anak berusia Dua Tahun. 1000 HPK sangat menentukan kesehatan anak diusia selanjutnya. Pada fase ini terjadi pertumbuhan tubuh dan otak yang sangat cepat. Pertumbuhan otak yang sangat cepat ini hanya berlangsung sampai usia lima tahun, sehingga usia lima tahun disebut juga sebagai “golden age” (usia emas). Agar bayi dan anak mencapai pertumbuhan optimal diperlukan asupan gizi, pola asuh dan stimulus yang tepat serta memadai. Kekurangan gizi pada 1000 HPK dapat mengakibatkan terjadinya gagal tumbuh sehingga bayi akan tumbuh menjadi anak yang lebih pendek dari normal (stunting).

Melalui penilaian administratif, wawancara, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan gigi mulut, pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak, dan pemeriksaan psikologi, dewan juri dan panitia menetapkan pemenang lomba balita sebagai berikut : kelompok umur 6 – 24 bulan juara pertama diraih oleh Zahwa Asih Artanti dari Kabupaten Ogan Komering Ulu, juara kedua : Taleeta Maryam Irawan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan juara ketiga : Kiara Enzellica dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Sedangkan untuk kelompok umur 2-5 tahun juara pertama diraih oleh : Zidan ilhamsyah dari Kabupaten Musi Rawas, juara kedua : Fazel al. Zahra, dari Kota Prabumulih, dan juara ketiga : Abid Affan Patta dari Kota Palembang. Pemberian hadiah kepada para pemenang lomba balita pada saat peringatan HAN yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan, H.Herman Deru di Griya Agung Palembang. (rabu,17/7/19)

Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2019.

Saya Anak Indonesia, Saya Gembira.