Akselerasikan Capaian Indikator HIV Dengan Strategi 90-90-90. 90 persen kelompok kunci dengan HIV mengetahui status HIV mereka melalui tes atau deteksi dini, 90 persen ODHA yang mengetahui status HIV untuk memulai terapi pengobatan (ARV) dan 90 persen ODHA yang dalam pengobatan ARV telah berhasil menekan jumlah virus nya sehingga mengurangi penularan HIV serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA. Berfoto bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes. (lima duduk dari kanan), H. Ferry Yanuar, SKM.,M.Kes. (empat duduk dari kanan), Subdit HIV AIDS Kemenkes RI, dr. Fajar (enam duduk dari kanan), Narasumber Global Foundation, Bapak Edi (tiga duduk dari kanan) bersama para pesertasaat Pertemuan Diseminasi Akselerasi Pencapaian Indikator Program HIV Dengan Kolaborasi Program IMS, Tuberkulosis dan Hepatitis di Hotel Excelton,Palembang, Rabu,(18/09/19).

dinkes.sumselprov.go.id – Penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV  dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, berisiko, jarum suntik yang digunakan bersama, produk darah dan cairan tubuh serta dari ibu hamil yang positif HIV dapat menularkan kepada bayi nya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa “tujuan utama program pengendalian HIV/AIDS, adalah untuk menghentikan epidemi AIDS di Indonesia tahun 2030, menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS dan meniadakan stigma pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan melalui strategi fast track 90-90-90 yaitu mempercepat pencapaian : 90 persen kelompok kunci mengetahui status HIV mereka melalui tes atau deteksi dini, 90 persen ODHA yang mengetahui status HIV untuk memulai terapi pengobatan (ARV) dan 90 persen ODHA yang dalam pengobatan ARV telah berhasil menekan jumlah virus nya sehingga mengurangi penularan HIV serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA“, ungkap Lesty saat menyampaikan sambutan pada Pertemuan Diseminasi Akselerasi Pencapaian Indikator Program HIV Dengan Kolaborasi Program IMS, Tuberkulosis dan Hepatitis di Hotel Excelton,Palembang, Rabu,(18/09/19).

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan pertemuan ini untuk terlaksananya koordinasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan dalam akselerasi/percepatan pencapaian indikator HIV/AIDS, tersusunnya rencana aksi akselerasi untuk mencapai target 2020 dan tersusunnya rencana pencapaian indikator HIV untuk mencapai target 2030.

Sebagaimana kita ketahui bahwa status HIV hanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Virus HIV tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk/serangga, menggunakan alat makan bersama, bersalaman/berpelukan, ataupun tinggal serumah dengan ODHA. Dengan berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dapat mencegah terjadinya penularan HIV. Salah satu indikator utama pengendalian HIV adalah ODHA yang sedang mendapatkan ART dengan target nasional 258.340 ODHA (40% dari estimasi 640.443 ODHA) Sedangkan target di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 2084 di akhir 2020. Oleh karena itu diperlukan akselerasi ART pada tahun 2019-2020 dengan mengintensifkan penerapan kebijakan Test & Treat, penemuan kasus lama yang belum ART (Anti Retroviral Therapy) dan Lost to Follow Up serta penemuan kasus baru melalui kolaborasi Program IMS, Tuberkulosis dan Hepatitis.