Penyelidikan Epidemiologi dan Pemetaan Wilayah Fokus Eliminasi Malaria di Sumsel

0
17
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy, APT, M.Kes (duduk dua dari kanan), didampingi Kepala Bidang Pencegahan Penyakit, Ferry Yanuar, SKM, MKM (kanan), narasumber dari Subdit Malaria Kemenkes RI, dr. Lukman Hakim, SH, MM, (dua dari kiri) dan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular , H. Muyono, M.Kes (kiri) berfoto bersama peserta pertemuan sosialisasi penyelidikan epidemiologi kasus malaria dan pemetaan wilayah fokus bagi Kab. OKUS, Kab. OKUT, dan Kab.Lahat di hotel ATLS , Palembang, Senin(21/10/19)

dinkes.sumselprov.go.id, Penyelidikan Epidemiologi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengenal penyebab, sifat-sifat penyebab, sumber dan cara penularan/penyebaran serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit atau masalah kesehatan yang dilakukan untuk memastikan adanya Kejadian Luar Biasa/KLB atau setelah terjadi KLB/wabah. Dinas Kesehatan Prov. Sumsel melakukan sosialisasi penyelidikan epidemiologi dan pemetaan wilayah fokus untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan dalam melakukan penyelidikan epidemiologi serta pemetaan wilayah fokus dalam rangka persiapan penilaian eliminasi malaria. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, APT, M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan penyakit malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor/kasus malaria dari luar wilayah tersebut serta sudah tidak ada vektor malaria/nyamuk anopheles di wilayah tersebut, sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali… Dari 17 Kab/kota di Sumsel, terdapat 8 Kab/kota telah mendapatkan sertifikat eliminasi malaria yaitu Kota Palembang, Kota PagarAlam, Kota Prabumulih, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Ogan Ilir, Kab. Empat Lawang dan Kab. PALI. Salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria yaitu tidak ditemukannya kasus malaria setempat/kasus indigenous selama 3 tahun berturut-turut, untuk itu diperlukan penyelidikan epidemiologi dan pemetaan wilayah fokus eliminasi malaria di Sumsel yaitu Kab. Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Kab. Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Kab. Lahat.” ungkap Lesty saat membuka acara pertemuan sosialisasi penyelidikan epidemiologi dan pemetaan wilayah fokus bagi Kab. OKUS, Kab. OKUT dan Kab. Lahat di Hotel ATLS, Palembang, Senin (21/10/19).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, H. Muyono, M.Kes dalam laporannya mengatakan bahwa, “tujuan dilaksanakan pertemuan sosialisasi ini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria menuju eliminasi malaria tahun 2020 di Prov. Sumsel, terselenggaranya surveilans migrasi masyarakat yang mempunyai risiko penularan malaria di area kerja, meningkatkan kemampuan petugas malaria di puskesmas  dan kabupaten dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, meningkatkan ketrampilan dalam pemetaan wilayah fokus, dan menurunkan kasus penularan malaria setempat (kasus indigenous) dan mencegah kasus malaria impor menjadi kasus indigenous”.

Sebagaimana diketahui bahwa malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh plasmodium, yaitu makhluk hidup bersel satu yang termasuk ke dalam kelompok protozoa. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang mengandung plasmodium di dalamnya. Plasmodium yang terbawa melalui gigitan nyamuk akan hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini menyerang semua kelompok umur baik laki-laki maupun perempuan. orang yang terkena penyakit malaria akan memiliki gejala demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, mual dan muntah. Penderita yang menunjukkan gejala tersebut harus melakukan tes laboratorium untuk memastikan status positif malaria.