Peran Keluarga Menentukan Kecerdasan Emosional dan Kesehatan Jiwa Remaja

0
22
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nurainy , Apt. M.Kes. memberikan arahan kepada anak - anak remaja SMA/SMK/Madrasah Aliyah tentang Kesehatan Jiwa di Lapangan Boom Putsal Sekip. Minggu, 21/10/2019.

dinkes.sumselprov.go.id, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan melakukan talkshow kepada anak-anak remaja di usia sekolah menengah atas. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes dalam sambutannya mengatakan  bahwa ,”remaja saat ini lebih rentan terkena gangguan mental.. Pada masa remaja merupakan masa dimana banyak terjadi perubahan dan penyesuaian baik secara psikologis, emosional,maupun finansial.. selain itu pengaruh lingkungan luar, seperti tuntutan pendidikan, perubahan gaya hidup, kesibukan, kondisi ekonomi orangtua, juga bisa memicu stres.. Jika tidak terindentifikasi dan tidak ditangani dengan baik maka stres dapat mengarah ke gangguan kejiwaan dan bunuh diri”, ungkap Lesty pada acara talkshow dengan tema sehat jiwa remaja millenial dimulai dari diri sendiri, dukungan keluarga dan teman sebaya yang bertempat di boom futsal, Palembang, 20/10/19.

Sebagaimana diketahui, Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan kondusif  merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset bangsa tidak ternilai. Keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terhadap kecerdasan emosional remaja, dengan adanya dukungan dari keluarga dapat membantu remaja memperoleh kecerdasan emosional yang tinggi. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ferri Yanuar, SKM,MKM, melalui pengelola program kesehatan jiwa, dr.Farah,Sp.Kj, dalam materi nya menyampaikan kepada para siswa perwakilan dari 24 SMA/MA/SMK dikota Palembang, bahwa “gangguan emosional remaja merupakan tahap awal gangguan kejiwaan pada remaja.. beberapa jenis gangguan jiwa yang banyak terjadi pada masa remaja, dapat timbul karena berbagai tekanan dan kondisi negatif seperti cemas, depresi, bahkan memicu munculnya gangguan jiwa dan bunuh diri” kata Farah.