Raih Penghargaan STBM Tingkat Nasional, Kadinkes Sumsel: Ini Harus Jadi Contoh Daerah Lain

0
14
Foto Sumber : Sininews.com. Menteri Kesehatan RI,Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM, (Kanan), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Penukal Abab Lematang Ilir, Mudakir, SKM.,M.Kes. (Tengah) meraih penghargaan salah satu dari 19 daerah terbaik yang telah menuntaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan yang diberikan langsung Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, Jakarta, Rabu(2/10).
PALI,SININEWS.COM – Keberhasilan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meraih penghargaan menjadi salah satu dari 19 daerah terbaik yang telah menuntaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan yang diberikan langsung Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek pada Rabu (2/10) di Jakarta mendapat apresiasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Drs Lesty Nurainy. Menurut Kepala Dinkes Sumsel bahwa keberhasilan Kabupaten PALI yang berhasil mencapai  Open Defecation Free (ODF) tingkat nasional membuktikan komitmen yang kuat dari Bupati sebagai pimpinan daerah beserta seluruh jajaran dan masyarakat yang didukung dengan kebijakan Inovasi dan penganggaran untuk memprioritaskan STBM di PALI.
“Ini harus jadi contoh dan PALI menjadi penyemangat kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, dimana akses sanitasi saat ini mencapai 78,90%, Desa yang telah melaksanakan STBM sudah 72,68% sedangkan Desa SBS (Stop Buang air besar Sembarangan) atau ODF ada 23,21%. Atas capaian itu, PALI satu-satunya daerah sudah ODF tingkat kabupaten/kota di Sumsel,” ungkap Lesty.
Dijelaskan Lesty bahwa STBM hal yang sangat penting karena terkait dengan kesehatan masyarakat bahkan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk hidup sehat sesuai visi misi Gubernur, dalam mewujudkan SDM yang unggul berkualitas.
“Hidup sehat akan sangat dipengaruhi oleh pencapaian STBM, sehingga diharapkan seluruh kabupaten/ kota untuk memprioritaskan penganggaran untuk mendukung pencapaian STBM 100%,” sarannya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes PALI Mudakir mengemukakan bahwa keberhasilan menuntaskan STBM di PALI tidak lepas dari peran serta TP.PKK ditunjang lintas sektoral antara Dinkes, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Perkim dan Bappeda.
“Program TP.PKK PALI Stop Meseng Sembarangan (SMS) merupakan cikal bakal penuntasan STBM. Dan program itu mampu membuka dan merubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuang air sembarangan. Kemudian program itu didukung dengan lintas sektoral dengan membangun sanitasi menyeluruh disetiap desa dan kelurahan,” jelas Mudakir.
Keberhasilan STBM juga dikatakan Mudakir berkat peran pegawai sanitasi atau sanitarian yang terus mensosialisasikan pentingnya memiliki sanitasi atau jamban sehat kepada masyarakat.
“Dan hasilnya selain PALI dapat penghargaan salah satu dari 19 daerah di Indonesia yang telah menuntaskan STBM berkelanjutan, juga satu petugas Puskesmas Talang Ubi meraih penghargaan salah satu dari 42 Sanitarian terbaik se-indonesia,” pungkasnya. (sn)