Bapak Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (baju batik) dan Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy di Hari Kesehatan Nasional ke 55, RSUD Siti Fatimah, Selasa, 19/11/19.

dinkes.sumselprov.go.id – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 55 tahun 2019, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru mengharapkan HKN ini sebagai momentum untuk mengingatkan akan pentingnya kesehatan. Gubernur mengajak untuk menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri dan keluarga. H. Herman Deru menyerahkan bantuan ambulans motor masing-masing 1 (satu) unit motor untuk unit reaksi cepat (URC) kepada Dinas Kesehatan/Dinkes Kabupaten/Kota. “Untuk PSC, kita juga dapat penghargaan karena komitmen menerapkannya.. hanya tiga provinsi yang dapat penghargaan PSC ini, yakni Sumsel, Yogyakarta, dan Jawa Tengah .. Ke depan PSC akan lebih dikembangkan lagi sampai kecamatan dan desa”, katanya saat puncak acara HKN di RSUD Siti Fatimah, Selasa, 9/11/19.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di bawah kepemimpinan Gubernur-Wagub Sumsel, H Herman Deru-H Mawardi Yahya (HDMY) sangat konsen dalam pembangunan bidang kesehatan, terutama peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Satu tahun terakhir sudah banyak prestasi ditorehkan diantaranya 28 penghargaan diperoleh tingkat nasional dari pemerintah pusat beserta target capaian yang sangat baik. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Dra Lesty Nurainy Apt M.Kes mengatakan “28 penghargaan itu bukti keberhasilan dan komitmen Pemprov Sumsel beserta kab/kota meningkatkan layanan kesehatan di Provinsi Sumsel, seperti penghargaan Pelayanan Publik Service (PSC) 119 dari Kementerian Kesehatan RI, kinerja terbaik dalam pengendalian penyakit TBC, Innovative Goverment Awards (IGA) 2019, pemenang kedua E-Aspirasi (Anugerah Situs Sehat Indonesia), juara pertama Lomba Sekolah Sehat dan lain-lain.. tolok ukur keberhasilan layanan kesehatan bisa dari meningkatnya Usia Harapan Hidup masyarakat (UHH) di Provinsi Sumsel.. Di 2017, UHH tercatat 69,18, meningkat 0,23 di 2018 menjadi 69,41. Lalu 2019 menjadi 69,43 demikian juga Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Untuk angka kematian ibu (AKI) turun dari 2018 sebanyak 120 kasus menjadi 69 kasus sampai dengan oktober pada 2019, angka kematian bayi (AKB) dari 497 kasus di 2018 menjadi 50 kasus per Agustus 2019.. Yang menjadi prioritas, angka prevalensi stunting pada balita (2013-2018) 31,7 persen, termasuk baduta (Bayi Dua Tahun) 29,8 persen, angka ini lebih rendah dibanding nasional 29,9 persen.. Untuk universal coverage health (UHC) atau persentase masyarakat yang telah memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN) juga jauh lebih baik yakni sebanyak 6.543.774 jiwa atau 79,63 persen dari total penduduk Provinsi Sumsel per Oktober 2019,” papar Lesty saat menyampaikan sambutan nya pada peringatan hkn ke 55 di RSUD siti fatimah prov.sumsel, di Jl.Kol.H.Burlian palembang, selasa,19/11/2019.

Menyampaikan pesan Menteri Kesehatan dalam peringatan HKN ke 55 di Jakarta, bahwa pembangunan kesehatan lima tahun kedepan pertama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu “prioritas pada stunting, kedua adalah Jaminan Kesehatan Nasional, selain itu kita harus meningkatkan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri yang berkualitas serta masalah lain yang harus dipecahkan adalah tinggi nya harga obat dan alat kesehatan”. Ada 6 kabupaten/kota sudah UHC yaitu Muara Enim, Lahat, Muba, PALI, Palembang, dan Lubuk Linggau. Desember nanti menyusul Prabumulih. “Target Gubernur 2020 semua bisa seratus persen, dengan demikian, masyarakat bisa berobat dimana pun kapan pun hanya dgn KTP serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa ada kendala apapun termasuk kendala finansial” pungkas Lesty.

“Upaya preventif kami contoh eliminasi malaria di delapan kabupaten/kota, 2025 ditargetkan seluruh daerah, Kemudian, Program TB (Tuberculosis), Angka keberhasilan pengobatan kasus TB (tuberclosis) di Sumsel sejumlah 89,5 persen, ini melampaui target nasional 85 persen, dan menjadi capaian tertinggi se-Indonesia.. Ditarget 2030 telah eliminasi TB.. Makanya kita bisa mendapatkan penghargaan Kementerian Kesehatan RI untuk pengendalian penyakit TB tahun 2019″ kata Lesty,.. “Selanjutnya, juga pelaksanaan program HIV/AIDS dengan strategi fast track 90-90-90 dan eliminasi Filariasis, sedangkan untuk kusta tahun ini sumsel sudah eliminasi, begitu pula revitalisasi posyandu dalam cegah stunting, upaya penurunan AKI/AKB dan imunisasi yang saat ini capaian imunisasi dasar sudah 95 persen.. untuk lima isu strategis prioritas masalah harus diselesaikan dan harus jadi komitmen Provinsi dan Kabupaten/Kota yakni masalah stunting, TBC, imunisasi, penyakit tidak menular, penurunan AKI dan AKB.. Pencegahan stunting penting karena itu menyangkut SDM dan mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif kedepan” ujar Lesty.

“Selanjutnya akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Oktober 2019 sudah 334 puskesmas terakreditasi dari 343, 63 RS dari 78 RS terakreditasi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit), pemenuhan SDM kesehatan. “Kita siapkan 20 tenaga kesehatan untuk kabupaten/kota yang digaji provinsi, dan daerah cukup siapkan insentif. Jika daerah butuh, silahkan ajukan ke Pemprov Sumsel. Ini upaya kita memberikan layanan cepat ke masyarakat sekaligus mendukung program PSC, dan terakhir implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang saat ini sudah capai 76,63 persen” Tutur Lesty.

Sebagaimana diketahui, setiap persoalan kesehatan diatasi dengan inovasi. “Sesuai visi misi Presiden RI, masalah kesehatan diselesaikan dengan inovasi. Satu institusi satu inovasi dan Dinkes mewadahinya dalam satu “Rumah Inovasi Kesehatan atau disingkat “Rumah Intan”. Pada HKN akan dilaunching inovasi duta Cegah Stunting setiap kabupaten/kota, dan ke depan akan dibentuk setiap kecamatan satu duta cegah stunting. Inovasi yang juga akan di-launching yakni Tabungan Kesehatan Sumsel Maju. “Tabungan ini untuk ASN. Jadi kita melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular pada ASN. Ini bagian dari program germas dan deteksi dini penyakit, yang merupakan upaya preventif dan promotif, terakhir adalah launching inovasi penggaris (penanggulangan gangguan refraksi bagi siswa) pada siswa SMA/SMK, inovasi RS Mata ini dibiayai oleh APBD dan bantuan forum CSR. Pada tahun ini dalam Lomba sekolah sehat, sumsel meraih juara pertama tingkat nasional untuk kategori best charakter, yaitu SMAN 6 Palembang. Untuk kab kota sehat ada 5 kab kota sehat yang mendapat penghargaan Swastisaba Padapa.

Terakhir, jajaran Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan kepada semua masyarakat, “Selamat Hari Kesehatan Nasional ke 55, tahun 2019. Generasi Sehat, Sumsel Maju, Indonesia Unggul”.