Rumah Intan Sumsel Memfasilitasi Replikasi Inovasi Penurunan Stunting

0
32
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes(tengah), didampingi Kepala Sub Bagian Perencanaan , Dedi Irawan,SKM, MKM (kanan), dan narasumber inovasi dari Transformasi-GIZ, Kurniawan Wahid (kiri) saat acara pembukaan pertemuan monev replikasi inovasi penurunan stunting di aula Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Senin , 20 /1/2020.

dinkes.sumselprov.go.id, Rumah Inovasi Kesehatan (rumah intan) merupakan simpul/jaringan inovasi kesehatan sebagai wadah untuk menumbuhkembangkan inovasi guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes. menginginkan kegiatan ini berkontribusi dalam penurunan stunting di Sumatera Selatan (Sumsel). Melalui rumah intan, diharapkan mendorong tumbuhnya inovasi kesehatan yang dapat direplikasikan melalui transfer pengetahuan. Lesty mengungkapkan “Saat ini rumah intan telah berhasil mendorong 16 (enam belas) puskesmas dari 9 (sembilan) Kab/kota di Sumsel dalam mereplikasi inovasi penurunan stunting. Tiga Inovasi stunting yang direplikasi yaitu inovasi yang berjudul Garpu Genting (Gerakan Peduli Cegah stunting) dari Puskesmas Pian Raya Kab.Musi Rawas, Inovasi Fun for mom (menyusui bayi dengan menyenangkan) dari Puskesmas Sako Kota Palembang, dan inovasi pak camat (pantau kilat calon mama terpadu) dari Puskesmas Simpang Periuk Kota Lubuk Linggau” jelas Lesty saat menyampaikan sambutannya di aula Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Senin, 20/1/2020.

Dalam melakukan  replikasi inovasi terdapat beberapa tahapan yaitu mapping inovasi dan kondisi, berbagi praktek baik inovasi, menyusun rencana aksi replikasi, pembinaan dan pelibatan multi pihak, monev, award dan reward. Sesuai tahapan replikasi inovasi, maka rumah intan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan replikasi inovasi penurunan stunting pada 16 puskesmas dari 9 kab/kota di Sumsel tersebut dengan tujuan untuk memastikan pelaksanaan replikasi inovasi sesuai dengan rencana aksi yang telah disusun dan untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan replikasi inovasi tersebut. Pelaksanaan monev ini mendapat bimbingan  narasumber inovasi bapak Kurniawan Wahid dari Transformasi (Transforming administration Strengthening Innovation) – GIZ (Gesellschatt fur Internationale Zusammenarbeit) mitra Kemenpan RB RI.