SSGI Berikan Kontribusi Untuk Gambaran Prevalensi Status Gizi Di Sumsel

0
259
Dinkes Prov.Sumsel yang diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat, H. Fery Fahrizal, SKM.,M.KM (tiga dari kiri), didampingi Kasi Kesehatan Keluarga dan Masyarakat, dr. Lisa Marniyati, M.KM, (duduk depan pertama kiri) , dukung program kegiatan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) duduk bersama Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, BPS Provinsi Sumatera Selatan, Narasumber dari Puslitbang dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Tim BPS Provinsi, Peserta Rakornis SSGI Korwil II tahun 2020. Saat rapat koordinasi teknis tingkat provinsi SSGI tahun 2020, The Zuri, Kamis, 30/01/2020.

dinkes.sumselprov.go.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mendukung kegiatan Pelaksanaan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2019 dengan telah menunjuk Penanggung jawab Gizi Kabupaten/Kota sebagai koordinator untuk membantu pelaksanaan rekrutmen enumerator dan monitoring pengumpulan data kegiatan SSGI. Mewakili Kadinkes Prov. Sumsel, Kabid Kesehatan Masyarakat, H. Fery Fahrizal, SKM.,M.KM menjelaskan “dalam Rangka mengurangi dan menangani masalah kekurangan gizi khususnya stunting, Pemerintah  telah mengeluarkan beberapa kebijkan dan regulasi  yang dapat diharapkan berkontribusi dalam penanganan stunting tahun 2018 adalah kegiatan evaluasi program.. Sejauh mana program nasional ini telah berjalan dan di implementasikan oleh daerah.. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran prevalensi Status Gizi berdasarkan pengukuran antropometri di tingkat kabupaten /kota.. Hasil Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan pengambil kebijakan dalam mengevaluasi salah satu output dalam percepatan penanggulangan stunting ini di Indonesia” Kata Fery pada acara rapat koordinasi teknis tingkat provinsi studi status gizi indonesia (SSGI) tahun 2020, The Zuri, Kamis, 30/01/2020.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 didapatkan prevalensi stunting pada balita 30,8.% menurun jika dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013 yaitu 37,2%. Sedangkan Provinsi Sumatera Selatan untuk prevalensi stunting pada Balita berdasarkan Riskesdas tahun 2018 juga menurun jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu dari  36,7   % menjadi  32,0%. Namun prevalensi stunting tersebut masih tinggi jika dibandingkan dengan standar WHO yaitu < 20%. Dalam pelaksanaannya kegiatan Rakornis Tingkat Provinsi SSGI tahun 2020 di Provinsi Sumatera Selatan menggunakan metode paparan/presentasi, tanya jawab dan diskusi grup. Dikuti 85 peserta terdiri dari peserta provinsi/kabupaten/kota. Adapun Tujuan Umum dari studi status Gizi Indonesia ini adalah : Mendapatkan gambaran status gizi Balita , anak umur 5-12 tahun, remaja umur 13-18 tahun, orang dewasa umur 18 tahun ke atas. Wanita Usia Subur (WUS) dan Ibu hamil di seluruh Indonesia dan kecukupan asupan  zat gizi.

Sedangkan tujuan khusus dari SSGI ini adalah Mengukur prevalensi Underweight (BB/U) pada Balita, Mengukur prevalensi stunting (PB/TB / U) pada Balita, anak umur 5-12 tahun, dan remaja umur 13-18 tahun, Mengukur prevalensi wasting (BB/TB) pada Balita, Anak umur 5-12 tshun dan remaja umur 13-18 tahun, Mengukur prevalensi overweight (BB/TB) pada Balita, Mengukur prevalensi overweight (IMT/U) pada anak umur 5-12 tahun  dan remaja umur 13-18 tahun, Mengukur prevalensi overweight (IMT) pada orang dewasa umur 18 tahun ke atas, Mengukur prevalensi central obesity (lingkar perut) pada orang umur 15 tahun ke atas, Mengukur prevalensi chronic energy malnutrition (LILA) pada remaja puteri umur 12-18, WUS 15-49 tahun dan ibu Hamil, Mengetahui kecukupan asupan gizi seluruh kelompok umur, Mengetahui gambaran status gizi (underweight, stunting, wasting,dan overweight, central obesity, dan chronic energy malnutrition) menurut karakteristik rumah tangga.