dinkes.sumselprov.go.id – Kasus covid-19 yang menyebar rata di Indonesia disikapi Provinsi  Sumatera Selatan dengan memberi kebijakan yaitu membentuk rumah sehat yang berfungsi sebagai rumah isolasi dan tempat perawatan pasien covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG), ODP maupun PDP hingga yang terkonfirmasi positif.Dirumah sehat Covid-19 wisma atlit jakabaring merupakan tempat ruang isolasi terbanyak di Sumsel yang memiliki gabungan dari berbagai tenaga profesi kesehatan bertugas sesuai dengan tugas pokok fungsinya yaitu dokter, perawat, Petugas Farmasi, Petugas rekam medik, petugas laboratorium, petugas rontgen, petugas promosi kesehatan, petugas desinfektan, hingga petugas penunjang lainnya seperti satuan pengamanan dari Pol PP, TNI, POLRI, hingga Petugas Kebersihan selalu siap standby dalam pelayanan 24 jam. Hal ini tentu tujuannya adalah untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi pasien, baik dengan penegakan diagnosa terkonfirmasi covid-19 maupun negatif sampai dinilai sembuh.

Tugas mengawasi dan mengurusi pasien dengan segala keluhan dan mengkonsultasi keluhan kepada dokter, menyiapkan obat sampai memastikan pasien sembuh atau negatif dari covid-19 oleh petugas kesehatan merupakan rutinitas dan tujuan utama.

Menyoroti tenaga promosi kesehatan yang bertugas mengedukasi para orang yang di curigai covid-19, Tenaga yang biasa dipanggil  promkes ini juga bertugas di rumah sehat covid-19,  dimana tim ini selalu menghimbau kepada semua petugas dan orang dengan pantauan ODP untuk selalu melakukan PHBS dan aktifitas fisik, seperti senam ringan berjemur dibawah sinar matahari selama 30-45 menit. Tak kalah juga dengan tenaga kesehatan lingkungan yang didominasi oleh para wanita tangguh nan pantang menyerah juga mampu melaksanakan tugas desinfektan sampai dengan mengawasi pengumpulan sampah pasien ataupun petugas, dan penimbangan sampah.

Selain mengedukasi seluruh pasien yang ada di Rumah sehat Covid-19, petugas Promkes juga mempersiapkan semua media promosi agar lebih mudah memahamkan pasien ataupun petugas  dalam edukasi kepatuhan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), Pemakaian masker dan kepatuhan dalam pembuangan sampah. Tidak kalah pentingnya tenaga promkes  berkampanye agar para pasien yang telah selesai menjalani karantina dipulangkan dan diberikan pembekalan sosialisasi dengan pemberian masker, poster, leaflet serta perbekalan edukasi agar menjadi agent of change untuk mensosialisasikan kepada siapa saja agar selalu mengingatkan betapa pentingnya menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta berperilaku hidup bersih dan sehat untuk disampaikan kepada keluarga hingga masyarakat luas.