Pertemuan Pembinaan & Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Haji Bagi Petugas Kab/Kota di Prov. Sumsel, dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes.(tengah),didampingi Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM (kiri), dan H. M. Ifan Fahriansyah, SKM.,M.Kes (kanan), Harper Palembang, 5/11/2020.

dinkes.sumselprov.go.id – Pembinaan & Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Haji Bagi Petugas Kab/Kota di Prov. Sumsel, dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes.(tengah),didampingi Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM (kiri), dan H. M. Ifan Fahriansyah, SKM.,M.Kes (kanan), Harper Palembang, 5/11/2020.Dinkes.sumselprov.go.id – Penyelenggaraan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) diharapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel agar kedepan dapat membantu kesehatan jemaah haji lebih baik. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, menyampaikan “tujuan pembinaan dan penguatan Siskohatkes ini agar dapat meningkatkan kondisi kesehatan kesehatan haji supaya selalu sehat serta dapat mencegah transmisi penularan penyakit”, katanya. Lanjut lagi Trisnawarman menampaikan “pemegang program Siskohatkes diharapkan agar tidak terlambat dalam proses pengentrian data” kata Trisnawarman kepada 51 orang peserta yang terdiri dari Dinkes dan Kemenag Kab/Kota saat membuka pembinaan dan penguatan Siskohatkes di Hotel Harper Palembang, 5/11/2020.  Adapun narasumber disampaikan oleh Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM.

Sebagaimana diketahui di Indonesia terdapat jamaah haji yang berangkat ke arab saudi sebanyak 200.000 orang / tahun untuk menunaikan ibadah haji sehingga risiko kesehatan cukup tinggi dan perlu adanya kewaspadaan terhadap penyakit. Untuk itu perlu diadakannya pembinaan dan pelatihan Siskohatkes ujar H.M Ifan Fahriansyah, SKM, M.Kes. saat menyampaikan laporannya. Jamaah haji yang berangkat untuk tahun berikutnya, tidak diperbolehkan berangkat untuk yang mempunyai penyakit penyerta / komorbid, sudah dites swab PCR tiga hari sebelum berangkat dan selalu mematuhi protokol kesehatan.