Palembang, Dinkes Sumsel – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Ir. S.A.Supriono mewakili Gubernur Sumsel memberikan Penghargaan Penilaian Kinerja kepada enam Kabupaten / Kota Lokus Stunting Tahun 2020 yaitu OKI, Muara Enim, Banyuasin, Lahat, Ogan Ilir, dan Palembang. Ir. S.A. Supriono mengatakan “Masalah stunting menjadi perhatian serius dari pemerintah. Sesuai dengan komitmen nasional memutuskan bahwa pencegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Provinsi Sumatera Selatan juga telah berkomitmen untuk pencegahan dan penurunan stunting di Sumatera Selatan melalui indikator kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019-2023″, lanjut lagi Supriono katakan “Permasalahan stunting ini adalah masalah multi dimensi, diantaranya mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan, ketidakpedulian, lingkungan yang kurang baik dan distribusi bahan pangan yang buruk, belum optimalnya infrastruktur air minum dan air bersih yang layak, dan lain sebagainya.  Untuk itu, kita harus dapat merencanakan dan melaksanakan 8 aksi konvergensi (Analisis Situasi, Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Perbup/Perwali tentang Peran Desa/Kelurahan, Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi data Stunting, dan Review Kinerja Tahunan)” jelas Supriono kepada semua unsur kesehatan di Swarna Dwipa, Selasa, 09/11/2021.

beripenghargaan
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Ir. S.A.Supriono (kedua dari kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes, (pertama kiri) mewakili Gubernur Sumsel memberikan Penghargaan Penilaian Kinerja kepada enam Kabupaten / Kota Lokus Stunting Tahun 2020 yaitu OKI, Muara Enim, Banyuasin, Lahat, Ogan Ilir, dan Palembang. Swarna Dwipa, Selasa, 9/11/2021.

Senada disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes dalam laporannya menginformasikan “Penilaian Kinerja Kabupaten / Kota Lokus Stunting Tahun 2020 ini, merupakan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan agar Kabupaten/Kota mendapatkan umpan balik dan pembelajaran dalam upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi, semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dan terciptanya koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting yang valid dan update antar instansi” jelas Lesty, lanjut lagi dia katakan “Diharapkan pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi pemerintah Kabupaten / Kota untuk melaksanakan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Provinsi Sumatera Selatan” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Kegiatan Pemberian Penghargaan Terhadap Kinerja Kabupaten/Kota Lokus stunting ini adalah Tindak lanjut dari pelaksanaan penilaian Kinerja Tahun 2021 terhadap pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi untuk Kabupaten/kota Lokus Stunting tahun 2020 yang telah dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis tanggal 16-17 Juni 2021. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk Apresiasi pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada pemerintah kabupaten/kota di provinsi Sumatera Selatan dalam Rangka untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten/ kota dalam pelaksanaan   Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Sumatera Selatan melalui Startegi Penanganan Stunting dengan 8 Aksi konvergensi yang di laksanakan di masing-masing kabupaten kota pada tahun 2020.

Adapun 6 (enam) kabupaten/kota yang telah ditetapkan akan diberikan penghargaan adalah sebagai berikut :

  1. Kota Palembang
  2. Kabupaten OKI
  3. Kabupaten Muara Enim
  4. Kabupaten Banyu Asin
  5. Kabupaten Ogan Ilir
  6. Kabupaten Lahat

dengan kriteria Penilain  Pemenang sebagai yaitu Kabupaten / kota dengan Kinerja Aksi 1- Aksi 8 di tahun 2020, Penilaian kabupaten / kota dalam mendukung Penurunan dan Penanganan Stunting, Sebagai :
1.Kabupaten / kota yang inovatif.
2. Duta Cegah Stunting terbaik.
3. Pengukuran dan Publikasi Data Stunting.

Pertemuan Konvergensi Koordinasi Lintas Program / Lintas sektor untuk penurunan stunting di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 mengulas 8 Aksi Konvergensi  di Hotel Swarna Dwipa Palembang, tanggal 7 sampai dengan 9 November 2021

Turut hadir dalam acara, Bupati / Walikota / Wakil Bupati / Wakil Walikota 6 Kabupaten/Kota Lokus Stunting OKI, Muara Enim, Banyuasin, Lahat, Ogan Ilir, dan Palembang. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan dan Ketua Tim Penggerak PKK 6 (enam) Kabupaten/kota Lokus Stunting se Sumatera Selatan. Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Ibu Drg. Kartini Rustandi, M.Kes. Tim Investing In Nutrition and Early Years (INEY) Regional 2 Kementerian Dalam Negeri RI. Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dan Organisasi Profesi di Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di 6 Kabupaten/Kota Lokus Stunting.