Palembang, Dinkes Sumsel – Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan yang terbukti paling cost effective dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31), serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat dengan memberikan perlindungan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes dalam paparan dan sambutannya menjelaskan “Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) diantaranya yaitu tuberkuIosis, campak, rubela, hepatitis, pertusis, difteri, polio, tetanus neonatorum, meningitis, pneumonia, kanker leher Rahim akibat infeksi Human Papilloma Virus, Japanese Encephalitis, diare akibat infeksi rotavirus dan sebagainya” ungkap Lesty,

bian sumsel
Peserta hadirin menyimak materi Pembukaan pertemuan Bulan Imunisasi Anak Nasional / BIAN Tahun 2022 yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Aula Dinkes Prov. Sumsel, Kamis, 12/5/2022

Lanjut lagi Lesty menyatakan “Penyakit-penyakit ini dapat mengakibatkan kesakitan, kecacatan dan bahkan kematian terutama jika mengenai anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Seorang anak usia kurang dari 5 tahun dikatakan memiIiki status imunisasi rutin Iengkap apabila telah mendapatkan 1 dosis HBO, 1 dosis BCG, 4 dosis OPV, 4 dosis DPT-HB-Hib, 1 dosis IPV, dan 2 dosis campak­ rubela” jelas Lesty lengkap.

Peserta hadirin menyimak materi Pembukaan pertemuan Bulan Imunisasi Anak Nasional / BIAN Tahun 2022 yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Aula Dinkes Prov. Sumsel, Kamis, 12/5/2022

Sebagaimana diketahui, Upaya penting dalam mencapai eliminasi campak-rubela/CRS, selain penguatan imunisasi rutin tentunya, adalah dengan melaksanakan pemberian imunisasi tambahan campak-rubela yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi sasaran prioritas yang telah ditetapkan. Begitu juga dengan pencapaian eradikasi polio global, dibutuhkan upaya imunisasi kejar  untuk menutup kesenjangan imunitas dan memastikan anak-anak terlindungi dari virus polio tipe 2.

ferry yanuar kabid p2p dinkes sumsel
H. Ferry Yanuar, SKM, M.Kes, sedang memberikan materi dalam pertemuan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Aula Dinkes Sumsel, Kamis, 12/Mei-2022

Selain itu, Indonesia juga perlu melakukan langkah yang serius untuk menekan KLB PD3I yang saat ini telah mulai terjadi di masyarakat agar tidak menjadi masalah baru di tengah-tengah pandemi yang belum juga berakhir. Sehubungan dengan hal itu, dibutuhkan suatu upaya kolaboratif terintegrasi yang dapat mengharmoniskan kegiatan imunisasi tambahan dan imunisasi kejar guna menutup kesenjangan imunitas di masyarakat. Upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan yang dinamakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

bian
Penyampaian materi dalam pertemuan Bulan Imunisasi Anak Nasional / BIAN Tahun 2022 oleh Khairiah, M.Kes dari UNICEF Indonesia, Aula Dinkes Prov. Sumsel, Kamis, 12/5/2022

Hadir dalam acara Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Yth. Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumatera Selatan, Yth. Kepala Dinas Disdikbud Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Forum Umat Beragama, Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Komda PP KIPI Sumsel, Kepala BPJS Provinsi Sumatera Selatan, Organisasi Profesi.