peningkatanpetugas
Dokumentasi bersama peserta dalam Pembentukan Disaster Medical Teams (DMTS) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dr. H. Trisnawarman,M.Kes, SpKKLP, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Ferry Yanuar, SKM, M.Kes, Kasi Surveilans dan Imunisasi, Ners, H. Darsono, S.Kep, M.Kes., Ketua Tim Pusat Krisis Regional Sumsel, H. Badaruddin, SH, S.KM, M.Si, Santika Premiere, Rabu, 10/11/2022.

Dinkes Sumsel – Sesuai dengan Undang-undang bencana Nomor 24 tahun 2007 penanggulangan bencana, harus cepat, tepat terintegari, kalaborasi dan terkoordinasi, sehingga faktor resiko kejadian ikutan akibat bencana dapat terkurangi. Kemampuan jajaran kesehatan di tingkat lapangan dalam melaksanakan penanggulangan krisis becana secara cepat dan tepat sasaran tentu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil dan terlatih sehingga deteksi dini faktor resiko dapat diketahui sedini mungkin. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP dalam sambutannya menyampaikan “Peningkatan SDM ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam mengidentifikasi besaran masalah kesehatan yang timbul saat terjadi bencana, mengkaji sumber daya setempat, mengidentifikasi kebutuhan bantuan segera, dan merekomendasikan kegiatan kesehatan prioritas dalam pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana” katanya di podium, lanjut Trisnawarman mengatakan “selain itu juga untuk memudahkan pelayanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, distribusi obat-obatan dan evakuasi korban.. maka dengan demikian peran sektor kesehatan dalam penanggulangan bencana lebih maksimal, sehingga kesakitan dan kematian akibat bencana dapat diturunkan atau minimal dapat dikurangi” ujarnya, Santika PB, Rabu, 10/11/2022.

DMTS Dinkes
Pembentukan Disaster Medical Teams (DMTS) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dr. H. Trisnawarman,M.Kes, SpKKLP (tengah), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Ferry Yanuar, SKM, M.Kes (kiri), Kasi Surveilans dan Imunisasi, Ners, H. Darsono, S.Kep, M.Kes. (kanan), Santika Premiere, Rabu, 10/11/2022

Sebagaimana kita ketahui wilayah Sumsel merupakan daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, asap kebakaran hutan/lahan, angin puting beliung, kerusuhan sosial, dan kebakaran rumah penduduk sering terjadi di Provinsi Sumatera Selatan. Akibat bencana tersebut banyak menimbulkan kerugian, seperti kehilangan harta benda, korban jiwa, penyakit, pengungsi, kesehatan lingkungan, masalah pangan, kesehatan mental, masalah tersebut timbul di saat kejadian bencana atau pasca bencana. Pada saat bencana Pertolongan pertama merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan, agar korban akibat bencana dapat terlayani dan terobati secara maksimal di pos kesehatan dan pelayanan kesehatan rujukan.Sedangkan paska bencana biasanya akan diikuti oleh berbagai kejadian penyakit terutama penyakit menular yang berpotensi KLB/Wabah, sebagai akibat pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dari masyarakat/pengungsi tidak terpenuhi.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya kejadian bencana yang terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan adalah Banjir, Kebakaran hutan/asap, tanah longsor, angin puting beliung dan kebakaran rumah penduduk. Khusus untuk kabut asap yang paling banyak terdampak asap (KARHUTLAH) tahun 2015 dan tahun 2017, sedangkan th. 2019, th. 2020 sampai juni 2021 kondisi kabut asap masih wajar angka ISPU masih dibawah 100 NTU untuk meningkatkan kemampuan SDM bidang kesehatan terutama di Kabupaten/Kota dalam melaksanakan penanggulangan bencana saat terjadi bencana maka di pandang perlu melaksankan peningkatan SDM dalam Pendampingan Penyusunan Rencana Kontijensi dan meningkatkan koordinasi dengan lintas sektor termasuk BPBD.