Telepon 119, untuk Gawat Darurat

119, Nomor Tanggap Darurat

SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu)

PALEMBANG

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan berbangga hati bisa terus melayani masyarakat menuju Sumsel sehat dan mendukung Indonesia sehat sebagaimana mewujudkan salah satu dari Nawacita Presiden RI kelima yakni Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia.

Utamanya, kali ini Dinas Kesehatan Sumsel juga bisa melayani masyarakat dalam momen arus mudik maupun event olahraga ataupun yang lainnya dengan melalui layanan darurat call center 119 secara nasional ini merupakan satu terobosan yang tak bisa dirasakan oleh semua provinsi di Tanah Air. Sebut saja Palembang, Jogjakarta, Bandung, Situbondo, Aceh, Jakarta dan beberapa Provinsi lain.

Satu terobosan tanggap darurat secepat mungkin dalam pelayanan kesehatan menghadapi ancaman kecelakaan jalanan dan meminimalisasi angka kematian akibat kecelakaan.

“Artinya, Menteri Kesehatan RI sangat apresiasi dan konsen melihat perkembangan Sumsel yang berkembang pesat secara signifikan. Kita Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel sangat bangga bisa menjadi salah satu provinsi yang bisa melayani masyarakat pemudik melalui call center 119 secara terpusat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nurainy, Apt, MKes usai mendengarkan teleconference lounching Public Safety Centre (PSC) di Aula Dinkes Sumsel, Jumat (1/7).

Sambung Lesty bahwa Layanan kegawat daruratan 119 dapat diakses secara mudah melalui telpon rumah atau Smartphone secara gratis selama 24 jam. Diharapkan kedepan, ini tak hanya bisa dimanfaatkan pada momen arus mudik dan arus balik Idul Fitri tetapi juga setiap saat.

Layanan 119 ini terdiri dari 2 call center yang kemudian terintegrasi pada NCC (National Command Center/ Pusat Komando Nasional), berada di Jakarta dan PSC (Public Safety Centre) yang berada di Layanan berada di 27 Lokasi PSC di Indonesia, termasuk PSC 119 Sumsel yang berada di dalamnya.

Untuk Sumsel pelayanan ini berada di wilayah 4 kabupaten/kota. Mulai dari Palembang, Lubuklinggau, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Kota Palembang juga melibatkan 6 Rumah sakit yaitu RS Siloam, RS Charitas, RS Mata, RS Siti Khodijah, RS Gigi dan Mulut, RS Paru serta Pusat Pelayanan Krisis. Sementara Lubuinggau jejaringnya adalah RSUD Sobirin, RS Siti Aisyah dan RS Ar Bunda. Sedangkan Kabupaten Banyuasin dan Muba jejaringnya adalah RSUD dan Puskesmas rawat inap.

“tidak ketinggalan Public Safety Centre ini kita berjalan bersama dengan teknis lain diluar bidang kesehatan seperti kepolisian, pemadam kebakaran dan juga posko

Dinas Perhubungan agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Lesty.

“Public Safety Centre ini dilandasi aspek time management sebagai implem

entasi time saving is life and limb saving yang mengandung unsur kecepatan atau quick respons dan ketepatan berupa mutu pelayanan yang sesuai standar. Kita berharap bisa membantu masyarakat secara maksimal,” harapnya.