Posbindu PTM Kemala Resmi dibuka

0
12
cekptm
Peresmian Posbindu Kemala, dilakukan dengan kegiatan cek PTM oleh Kapolda Sumsel, Bpk. Irjen. Pol. Prof. Dr. Indra Heri S, M.M (duduk), Perwakilan dari TNI, Ibu Hartati (tiga dari kiri berdiri belakang, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes (dua dari kiri berdiri) Kabid dokkes polda sumsel, dr.Syamsul bahar,M.Kes (berdiri dua dari kanan), Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fauziah (berdiri belakang jilbab oranye), Kabid P2P, H. Ferri Yanuar, SKM,M,Kes (kiri berdiri), Kasi PTM dan Keswa (berdiri kanan),
Dinkes.sumselprov.go.id – Kapolda Sumsel, Bpk. Irjen. Pol. Prof. Dr. Indra Heri S, M.M dan  jajaran bidang kesehatan Polda Provinsi Sumsel bersama, Perwakilan dari TNI, Ibu Hartati, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fauziah, menghadiri peresmian POSBINDU Kemala di Komplek Pakri Palembang. Peresmian ini dilakukan kegiatan Pemeriksaan PTM dan Vaksin untuk Bhayankari yang berlokasi di Kampung Tangguh Mang PDK, Kamis, 10/6/2021.

 

Sebagaimana diketahui, Peran serta masyarakat perlu ditingkatkan dalam upaya promotif dan preventif faktor resiko Penyakit Tidak Menuar / PTM sehingga masyarakat tahu, mau dan mampu melakukan penanggulangan faktor resiko PTM. Pemberdayaan dan peran serta masyarakat ini terwadahi dalam pelayanan  yang dikenal dengan Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) PTM. Tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Oleh karena itu sasaran Posbindu PTM cukup luas mencakup semua masyarakat usia 15 tahun ke atas baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat beresiko maupun masyarakat dengan kasus PTM.

 

petugas PTM
Petugas PTM, dr. Liliyani (duduk kiri) , Ira, SKM (duduk kanan) sedang melayani peserta PTM dari Bhayankari, Kampung Tangkal Mang PDK, Komplek Pakri, Palembang, Kamis, 10/6/21.

Di masa pandemi Covid-19, beberapa penyakit PTM seperti DM, Hipertensi, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), menjadi faktor komorbid yang dapat memperberat apabila seseorang terkena Covid-19. Untuk virus COVID-19 ini yang tergolong virus baru, memang belum ada obatnya. Maka satu-satunya cara yang bisa menghentikan pandemi ini adalah, dengan menggunakan vaksin. Vaksin adalah satu-satunya mekanisme yang dengan cepat menurunkan insiden sekaligus mengurangi risiko kematian dan risiko sakit berat akibat tertular virus COVID-19.

Vaksin COVID-19 yang digunakan di dunia termasuk di Indonesia telah melewati serangkaian tahapan evaluasi sebelum digunakan. Keamanan dan khasiat vaksin COVID-19 menjadi faktor utama yang diperlukan sehingga organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM ) memberikan izin penggunaan darurat terhadap vaksin COVID-19 yang akan digunakan. Pemerintah yang telah melakukan program vaksinasi COVID-19 secara sistematis dan memprioritaskan golongan masyarakat yang paling berisiko terkena dampaknya untuk lebih dahulu mendapatkan vaksin ini.