ppihasramahaj
Pelatihan Integrasi PPIH Kloter ini merupakan wujud kerjasama antara Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan, yang merupakan rangkaian dari proses rekrutmen mulai dari Seleksi , Pelatihan Integrasi, dan Pelatihan Kompetensi.
Palembang, dinkes.sumselprov.go.id – Pembukaan Pelatihan Integrasi Calon Petugas Haji Kloter Embarkasi Palembang 1444h/2023 kembali diadakan di Asrama Haji Palembang pada Selasa, 7 Maret 2023. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, (Dokter Tris) mengingatkan kepada peserta petugas agar mengikuti dengan seksama. “saya harapkan agar semua peserta latih dapat mengikuti dengan seksama semua kegiatan yang telah dijadwalkan oleh panitia karena semua kegiatan yang dilaksanakan pada Pelatihan Integrasi ini akan dilakukan evaluasi pada setiap tahapannya, yang juga akan menentukan layak atau tidaknya Saudara untuk menjadi Petugas Haji Kloter pada Tahun 1444H/2023M ini” Ujar Dokter Tris.
dtris
Pelatihan Integrasi PPIH Kloter

“Melalui Pelatihan Integrasi ini diharapkan akan terbentuk PPIH Kloter yang terdiri dari TKHI, PPIH DAN TPIHI yang memiliki kerjasama tim yang solid serta memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Ditambah lagi banyaknya lansia yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini, maka diminta kepada petugas kloter untuk ramah lansia dan disabilitas” imbuhnya.

 

Dokter Tris juga menyampaikan jargon musim ini yaitu “Tugasku Ibadahku” untuk petugas dan “jangan tunggu haus, minum satungelas tiap satu jam”. “Adapun jargon tahun ini adalah:Petugas: “Tugasku Ibadahku” untuk jargon Jemaah dan Petugas: Jangan Tunggu Haus, Minum 1 Gelas Tiap 1 Jam” pungkas Dokter Tris.

pembukaan
Hadir dalam kegiatan pertemuan diantaranya Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kab/Kota, Bapelkes Prov. Sumatera Selatan, Fasilitator Pelatihan, Ketua Panitia Pelatihan, Para Peserta Pelatihan Integrasi PPIH Kloter Embarkasi Palembang Tahun 1444h/ 2023 M.

Melansir Kep Menag RI, Pada pelaksanaan haji tahun ini , embarkasi palembang akan memberangkatkan ± 7.012 jemaah haji (Sumber: Keputusan Menteri Agama KMA No 189 tahun 2023 tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1444 H/2023 M) Yang terdiri 19 Kloter yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung. Adapun Tenaga Kesehatan Haji (TKH) untuk tahun ini terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat untuk tiap kloter. Dengan rincian 19 orang dokter dan 38 perawat dengan total keseluruhan 57 TKH. Adapun asal TKH adalah dari rumah sakit baik pemerintah maupun swasta, puskesmas dan klinik.

 

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, pada pasal 12 bahwa perencanaan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan haji paling sedikit meliputi; informasi kesehatan haji; istitaah kesehatan jemaah haji; perekrutan petugas kesehatan haji; penyediaan sarana dan prasarana kesehatan haji; dan penanganan jemaah haji sakit. Informasi kesehatan haji sebagaimana dimaksud adalah dilakukan melalui pemberian informasi kepada jamaah haji yang bersifat promotif dan preventif mengenai pembinaan, pelayanan, dan pelindungan kesehatan sebelum keberangkatan, selama ibadah haji dan sesudah ibadah haji. Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan haji sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 meliputi: a. Alat kesehatan; b. Obat dan perbekalan kesehatan; c. Tempat layanan kesehatan di tanah air; dan d. Tempat layanan kesehatan di arab saudi.

 

Sebagaimana diketahui, Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Permenkes Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji dikatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kesehatan haji diantaranya adalah menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di indonesia, selama perjalanan, dan di Arab Saudi. Tujuan penyelenggaraan kesehatan haji diantaranya meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah haji, dalam upaya mencapai kondisi istithaah kesehatan jemaah haji; mengendalikan faktor risiko kesehatan haji; menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di indonesia, selama perjalanan, dan arab saudi; mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan/atau masuk oleh jemaah haji; dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji.