Pembukaan Pertemuan Penguatan Pokjanal dalam Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H.Trisnawarman, M.Kes SpKLLP (Dokter Tris), Santika, Senin, 22 Mei 2023.

Palembang, dinkes.sumselprov.go.id – Pembukaan Pertemuan Penguatan Pokjanal dalam Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 resmi digelar dan disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H.Trisnawarman, M.Kes SpKLLP (Domter Tris) menjelaskan bahwa Pasca situasi pandemi COVID-19 mendorong kita untuk lebih memperkuat sistem pelayanan kesehatan. Sistem kesehatan diharapkan lebih mampu mengatasi beban kesehatan saat ini dan resilient terhadap berbagai ancaman disrupsi.

“Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kematian yang terjadi di Indonesia merupakan kasus yang dapat dicegah, namun spesifik untuk berbagai kelompok usia. Stroke, penyakit jantung iskemik, hipertensi dan TBC menduduki penyebab kematian tertinggi pada kelompok usia di atas 15 tahun. Sedangkan di bawah usia 15 tahun, permasalahan gizi, penyakit menular seperti TBC, diare, dan infeksi saluran pernafasan yang mendominasi. Pada kondisi ibu hamil, penyebab kematian terbesar disebabkan perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan” ungkapnDokter Tris.

Lanjut ia menjelaskan “Untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut, Kementerian Kesehatan RI telah berkomitmen melaksanakan 6 pilar transformasi, dimana salah satunya adalah Transformasi Layanan Kesehatan Primer atau yang sering disingkat ILP. Transformasi layanan kesehatan primer menjadi salah satu pilar penting yang bertujuan untuk mendekatkan layanan promotif preventif berkualitas kepada masyarakat melalui promosi kesehatan, pencegahan, deteksi dini dan pelayanan kesehatan untuk semua siklus hidup” Paparnya.

“Perubahan mendasar pada transformasi layanan kesehatan primer terletak pada desain layanan yang difokuskan pada kelompok sasaran (people centered) yang diberikan sampai ke tingkat dusun dan keluarga melalui posyandu dan puskesmas pembantu. Pada level kecamatan, desain ini memberikan paket layanan untuk masing-masing siklus hidup, baik pelayanan di dalam gedung maupun diluar gedung melalui puskesmas. Pelayanan dalam gedung akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai siklus kehidupannya. Pelayanan yang semula berbasis program akan berubah menjadi berbasis siklus kehidupan sebagai platform integrasi layanan kesehatan” imbuhnya.

“Saat ini, transformasi layanan primer sedang berproses di Indonesia, dimulai dengan melakukan revitalisasi 300 ribu unit penyedia layanan kesehatan termasuk melakukan standarisasi kegiatan di Posyandu, sehingga mudah diakses dan berada dekat dengan masyarakat. Layanan Posyandu akan disinergikan dengan layanan kesehatan di setiap desa/kelurahan di bawah koordinasi Puskesmas. Dengan demikian seluruh wilayah dan kondisi kesehatan penduduk termonitor secara berkala dan berbasis digital yang terintegrasi” Tuturnya.

Sebagaimana difahami Transformasi kesehatan merupakan sebuah proses yang membutuhkan kontribusi bersama multi pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota sampai ke pemerintah desa. Pada Tahun 2022, telah dilakukan uji coba penerapan Integrasi Layanan Kesehatan Primer di 9 (sembilan) Provinsi, termasuk Sumatera Selatan, yaitu di Puskesmas Indralaya Kab. Ogan Ilir.. Besar harapan kiranya uji coba yang telah dilakukan dan disupport penuh oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut dapat menular di wilayah lain dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak sehingga keberadaan posyandu semakin bermanfaat untuk masyarakat disekitarnya.

Saat ini keberadaan Pokjanal Posyandu termasuk di Provinsi Sumatera Selatan dalam pembinaan dan pengembangan posyandu di daerah belum berjalan secara optimal. Pokjanal posyandu termasuk dalam Mendukung ILP harus dilakukan dengan komitmen yang kuat, tidak sekedar melakukan pembentukan pokjanal, tanpa kejelasan tugas dan fungsi. Dengan semakin pentingnya keberadaan posyandu di tengah masyarakat, besar harapan kiranya kita bersama-sama melalui kegiatan ini dapat menyatukan semangat, persepsi, dukungan serta komitmen tinggi untuk berkotribusi nyata dan aktif dalam pengembangan posyandu sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi setiap daerah