Komitmen dalam menghasilkan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan jiwa di Puskesmas, Hotel Emilia, Senin, 13/11

Palembang, Dinkes Sumsel – Kepala Dinas Keaehatan Provinsi Sumatera Sekatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP (Dokter Tris) dalam pernyataannya menjekaskan Masalah Kesehatan Jiwa Di Indonesia Merupakan Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Sangat Penting Dan Harus Mendapat Perhatian Sungguh-sungguh Dari Seluruh Jajaran Lintas Sektor Pemerintah Baik Di Tingkat Pusat Maupun Daerah, Serta Perhatian Dari Seluruh Masyarakat.

“Sesuai Dengan Amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa Bahwa Pemerintah Wajib Memberikan Pelayanan Kesehatan Secara Terintegrasi, Komprehensif, Dan Berkesinambungan Sepanjang Siklus Kehidupan Manusia Melalui Upaya Promotif, Preventif, Kuratif, Dan Rehabilitatif Bagi Orang Dengan Masalah Kesehatan (ODMK) Dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)” Kata Dokter Tris dalam pernyatannya dalam kegiatan Training Of Trainer (TOT) Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa, Hotel Emilia, Senin, 13/11.

Ia menuturkan, Pemerintah Telah Melakukan Berbagai Upaya Untuk Mencegah Dan Mengendalikan Masalah Kesehatan Jiwa (Keswa) Dan Napza Melalui Upaya Promotif, Preventif, Kuratif Dan Rehabilitatif. Upaya Promotif Dan Preventif Dilakukan Dengan Pendekatan Siklus Kehidupan Dan Kelompok Risiko Yaitu Mulai Dari Masa Persiapan Pra Nikah, Ibu Hamil, Bayi Dan Balita, Anak Dan Remaja, Dewasa Hingga Lanjut Usia.

“Upaya Promotif Meliputi: Mempertahankan Dan Meningkatkan Derajat Kesehatan Jiwa Masyarakat Secara Optimal, Menghilangkan Stigma Pelanggaran Ham Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan meningkatkan Pemahaman dan Penerimaan Masyarakat Terhadap Keswa, Menyediakan Sarana Media Kie (leaflet, Poster, Video Singkat, Mcv, Lembar Balik, Dsbnya), Serta Memberikan Penyuluhan/seminar/workshop Masalah Kesehatan Jiwa. Upaya Preventif Meliputi: Mencegah Terjadinya Masalah Kesehatan Jiwa, Mencegah Timbulnya Atau Kambuhnya Gangguan Jiwa, Mengurangi Faktor Risiko, Mencegah Timbulnya Dampak Psikososial Dengan Meningkatkan Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa. Upaya Kuratif Meliputi: Penyembuhan Atau Pemulihan, Pengurangan Penderitaan, Pencegahan Kekambuhan, Pengendalian Disabilitas Dan Pengendalian Gejala Penyakit. Sedangkan Upaya Rehabilitatif Meliputi: Mencegah Atau Mengendalikan Disabilitas, Memulihkan Fungsi Sosial, Memulihkan Fungsi Okupasional, Memberdayakan Kemampuan Odgj Untuk Mandiri Di Masyarakat” Jelasnya.

Akhir sambutan ia berpesan Melalui Kegiatan Pelatihan Pelatih (tot) Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa Di Pelayanan Kesehatan Primer Bagi Petugas Kesehatan Di Puskesmas Diharapkan Dapat Menghasilkan Tenaga Pelatih Upaya Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Yang Kompeten Guna Penguatan Upaya Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Dalam Menjalankan Fungsi Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Yang Nantinya Terkait Dengan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) dan dilakukan Secara Berkesinambungan.

Hadir mendampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Ferri Yanuar, SKM,M.Kes, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, dr. Saru Nazliyati Putri,M..K.M, bersama Staf Program, dr. Iin Imelda serta tim panitia dan narasumber peserta.