stunting
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan , dr H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP (Dokter Tris) meghadiri dan meresmikan Pertemuan Workshop Pengelolaan Konsumsi Gizi (Intervensi Spesifik & Sensitif Stunting) Tahun Anggaran 2023 yang berlangsung di Swarna Dwipa, 15/11/2023. Turut hadir mendampingi Inspektur Prov. Sumsel Bambang Wirawan SE.,MM.,Ak.,CA, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Bidang Kesehatan Masyarakat, Dra. Lesy Nurainy, Apt.,M.Kes., Kepala Bidang Kesos dan Kesra Bappeda Provinsi Sumsel, Sultan M. Syah, SE, SH, MM, Swarna Dwipa, Rabu, 15/11/2023.

Palembang, Dinkes Sumsel – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan , dr H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP (Dokter Tris) meghadiri Pertemuan Workshop Pengelolaan Konsumsi Gizi (Intervensi Spesifik & Sensitif Stunting) Tahun Anggaran 2023 yang berlangsung di Swarna Dwipa, 15/11/2023. Dokter Tris menyampaikan masalah stunting menjadi perhatian serius dari pemerintah. “Sesuai dengan komitmen nasional memutuskan bahwa pecegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah” Ungkapnya.

 

Ia menuturkan Provinsi Sumatera Selatan juga telah berkomitmen untuk pencegahan dan penurunan stunting di Sumatera Selatan melalui indikator kinerja daerah yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019-2023. “Upaya untuk penurunan stunting ini perlu dilakukan  penguatan dengan dukungan semua pihak baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi maupun masyarakat melalui intervensi spesifik maupun sensititif” Ujar Dokter Tris dalam pernyataannya.

 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 24,8%. Pada tahun 2022 berdasarkan hasil SSGI terjadi penurunan sebesar 6,2% poin menjadi 18,6%. Hal ini menunjukkan bahwa, prevalensi stunting pada tahun 2022 sudah berada dibawah angka nasional 21,6% namun belum mencapai Target 14% pada tahun 2024 yang ditetapkan oleh Bapak Presiden.