Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman,M.Kes, SpKKLP membuka secara resmi Kegiatan Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Kader Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023. Berlangsung di Asrama Haji Palembang, Senin, 6/11/2023. Turut mendampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Deddy Irawan, SKM, MKM, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, H. Imam Subroto, SKM,M.Kes.

Palembang, dinkes.sumselprov.go.id – Konsep desa kelurahan siaga ini sejalan dengan transformasi integrasi layanan kesehatan primer yang fokus untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan peningkatan dan penguatan promosi serta pencegahan bagi sasaran siklus kehidupan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman,M.Kes, SpKKLP Kegiatan Orientasi Pemberdayaan Masyarakat Bagi Kader Tingkat Provinsi Sumatera Selatan  Tahun 2023 yang melibatkan kader desa siaga sebagai peserta. Saat meresmikan kegiatan ini di Asrama Haji, Senin, 6/11/2023.

Ia juga menuturkan, “integrasi layanan kesehatan primer berupaya mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat melalui sistem jejaring, mulai dari posyandu, poskesdes/poskeslur/polindes/puskesling hingga ke puskesmas”

Lanjut Dokter Tris juga sampaikan “Kegiatan Orientasi Pemberdayaan Masyarakat bagi Kader Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2023 dilaksanakan dalam upaya untuk mendorong pengaktifan desa / kelurahan siaga serta optimalisasi peran dan keberadaan poskesdes yang memberikan layanan kesehatan primer bagi masyarakat” Kata beliau dalam pernyataannya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Deddy Irawan, SKM, MKM menyampaikan Pemberdayaan masyarakat terus diupayakan melalui pengembangan Usaha Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang ada di desa. “Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) merupakan bentuk fasilitas pelayanan kesehatan yang dikelola oleh masyarakat. Beberapa bentuk UKBM yang dikenal adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa) dan Desa Siaga”Katanya.

Dalam laporannya, Deddy mengutarakan Tujuan penyelenggaraan Pertemuan
Secara umum, “tujuan pengembangan desa siaga adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif..secara khusus, tujuan pengembangan desa siaga (Depkes, 2006), adalah Kader mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam pengembangan dan pembinaan desa/kelurahan siaga aktif,Kader mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, dengan menerapkan komunikasi efektif..Kader mampu melakukan pengamatan epidemiologi sederhana, Kader mampu melakukan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana serta kegawatdaruratan kesehatan, Kader mampu mendorong masyarakat sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat” tuturnya.

Diketahui peserta berjumlah 102 (seratus dua) orang, yang terdiri dari 3 angkatan yang masing-masing angkatan berjumlah 34 orang kader desa siaga. Narasumber terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.